Breaking News:

Berita Buleleng

Warga Bungkulan Orasi di Kejari Buleleng, Pertanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

Kasus dugaan pemalsuan dokumen permohonan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) atas tanah lapangan sepak bola Desa Bungkulan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Warga saat mendatangi kantor Kejari Buleleng, sembari berorasi dan membentangkan spanduk, Selasa 25 Mei 2021. Mereka mempertanyakan progres penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen permohonan penerbitan SHM yang dilakukan Ketut Kusuma Ardana - Warga Bungkulan Orasi di Kejari Buleleng, Pertanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus dugaan pemalsuan dokumen permohonan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) atas tanah lapangan sepak bola Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali yang dilakukan oleh Perbekel Desa Bungkulan, Ketut Kusuma Ardana semakin memanas.

Belasan warga Desa Bungkulan pada Selasa 25 Mei 2021 mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Buleleng.

Dari pantauan di lokasi, warga datang dengan berjalan kaki sembari melakukan orasi, dari Jalan Teleng menuju ke Kantor Kejari Buleleng.

Baca juga: Polisi Tetapkan Nyoman A Sebagai Tersangka Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur di Buleleng

Mereka juga membentangkan sebuah spanduk bertuliskan 'Berkas Perkara Pidana Umum Perbekel Bungkulan Pulang-Pergi Kejari-Polres, Polres-Kejari, Kejari-Polres. Pak Kajari Buleleng Masih Mungkinkan Masyarakat Desa Bungkulan Mendapatkan Keadilan???'.

Kedatangan warga ini langsung disambut oleh Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara.

Selanjutnya, lima perwakilan warga dipersilahkan masuk, dan bertemu langsung dengan Kajari Buleleng I Putu Gede Astawa.

Ditemui sesuai bertemu dengan Kajari Buleleng, perwakilan warga, Ketut Sumardana mengatakan, pihaknya datang untuk mempertanyakan terkait kelanjutan kasus dugaan pemalsuan dokumen permohonan penerbitan SHM atas tanah lapangan sepak bola Desa Bungkulan, yang dilakukan oleh Perbekel Ketut Kusuma Ardana.

"BAP di kepolisian bolak-balik. Kajari menegaskan katanya pihaknya sedang meneliti, karena ada kekurangan. Makanya kami ingin tahu apa sih yang kurang. Di Polres saja, Ketut Kusuma Ardana ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, karena mereka sudah memiliki dua alat bukti yang cukup. Kenapa setelah berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan, seperti tidak ada tindak lanjutnya. Intinya kami berikan waktu dua minggu kepada pihak Kejaksaan, agar kasus ini segera ditindaklanjuti dan dilimpahkan ke pengadilan," ucapnya.

Sementara, Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, perkara dugaan pemalsuan dokumen ini memang sempat P-19.

Artinya, berkas yang dilimpahkan oleh penyidik tindak pidana umum Kejari Buleleng, sempat dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena dirasa belum lengkap.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved