Breaking News:

Berita Bangli

Jumlah Kuramba Jaring Apung di Danau Batur Bertambah Sejak Pandemi Covid-19, Kadis PKP Bangli Dilema

Upaya pemerintah Kabupaten Bangli dalam mengurangi pencemaran air di Danau Batur dengan pengurangan penggunaan Kuramba Jaring Apung

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana Danau Batur, Bangli, Bali belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Upaya pemerintah Kabupaten Bangli dalam mengurangi pencemaran air di Danau Batur dengan pengurangan penggunaan Kuramba Jaring Apung (KJA) belum berjalan optimal.

Malahan sejak masa pandemi Covid-19, penggunaan jaring apung di danau vulkanik itu kian bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Rabu 26 Mei 2021.

Berdasarkan kajian pihaknya bersama Universitas Udayana, batas maksimal jumlah KJA di Danau Batur yakni 1 persen, dari total luas danau 1065 hektare.

Sedangkan realita saat ini, jumlah KJA diketahui 1,27 persen atau sebanyak 10.200 plong.

Baca juga: Sasaran Vaksinasi Bergeser ke Kota Kecamatan, 5 Ribu Lebih Warga Desa Sulahan Bangli Jadi Sasaran

Sarma mengatakan, penambahan KJA terjadi pada rentang tahun 2019 hingga 2021.

Sedangkan berdasarkan data jumlah KJA per tahun 2018 hanya sebanyak 9327 plong.

“Bertambah alasannya karena di situasi covid-19 seperti saat ini tidak banyak yang bisa dilakukan masyarakat sekitar, khususnya yang terdampak dari sektor lain,” ucapnya.

Mantan Sekdis PKP itu mengaku dilema dengan adanya penambahan KJA tersebut.

Karena di satu sisi berkaitan dengan faktor ekonomi dan hajat hidup masyarakat di sekitar danau.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved