Breaking News:

Berita Klungkung

Kantor LPD Dawan Klod Disegel Garis Polisi, Nasabah Tetap Ditagih Cicilan

Kasus penyelewengan dana nasabah di LPD Dawan Klod telah memasuki babak baru, dengan ditahannya Ketua di lembaga keuangan tersebut Ni Komang Wirianti.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: M. Firdian Sani
Istimewa
Polisi saat memasang garis polisi di Kantor LPD Dawan Klod. 

Hanya saja sampai saat ini, ia tidak bisa menarik uangnya. Padahal ia sudah berkali-kali menyambangi LPD Dawan Kelod. 

"Saya laporkan apa adanya (ke polisi). Saya menarik uang saya sendiri tidak bisa sejak Februari lalu. Sudah berkali-kali saya datang ke LPD," ungkap Kadek Budarma.

Hal serupa juga diungkapkan Wayan Dresta.

Polisi Tahan Ketua LPD Dawan Kelod Klungkung, Wirianti Gunakan Uang untuk Kebutuhan Sehari-hari

Ia sejak bulan Maret lalu berusaha menarik uang krama Banjar Delod Buug sebesar Rp400 juta.

Hanya saja sampai saat ini tidak terasisasi.

"Kami tidak tau uang kami itu dikemanakan. Masih banyak lagi warga yang tidak bisa menarik uangnya," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Ario Seno Wimoko menjelaskan, saat ini dana nasabah yang diakui dipakai oleh Ketua LPD Dawan Klod sebesar sekitar Rp400 juta.

Uang itu diakui untuk kebutuhan sehari-hari.

Kejari Buleleng Kembali Geber Kasus Dugaan Korupsi di LPD Anturan, 16 Saksi Telah Diperiksa

Hanya saja jumlah ini masih jauh, dari estimasi kerugian berdasarkan selisih audit LPLPD yang jumlahnya mencapai Rp12 miliar.

"Saat ini kami lakukan pemeriksaan intensif. Akan kami telusuri kemana aliran dana itu. Siapapun yang tidak bertanggung jawab menikmati aliran dana itu, akan kami tersangkakan," tegas Ario Seno Wimoko.

Pihak kepolisian juga telah menyiapkan surat permohonan audit ke BPK, untuk mengetahui kerugian dari dugaan penyelewengan dana nasabah di LPD Dawan Klod tersebut. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

 
  

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved