Berita Denpasar

Satu Keluarga Tiba-tiba Ingin Malukat, Ibu dan Anak Terseret Ombak di Campuhan Denpasar

Dua anggota keluarga Griya Ambengan, Banjar Ujung meninggal terseret ombak saat malukat di Campuhan Pantai Tangtu

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
RUMAH DUKA - Suasana di rumah duka, Jalan Turi Nomor 86, Banjar Ujung, Keluarahan Kesiman, Denpasar, Kamis 27 Mei 2021. Para kerabat tengah mempersiapkan upakara untuk upacara palebon - Satu Keluarga Tiba-tiba Ingin Malukat, Ibu dan Anak Terseret Ombak di Campuhan Denpasar 

“Indah sosok yang pintar dan juga pekerja keras dan ulet,” tutur Gusde Turi.

Indah terakhir bekerja di perusahaan distributor minuman dan menduduki jabatan sebagai manajer.

“Indah meninggal saat kariernya sedang naik daun. Namun itu sudah jalan hidupnya, kami tak bisa berkata apa dan ikhlas menerimanya,” katanya.

Indah pekerja keras dan selalu memanfaatkan waktu secara baik.

Bahkan demi pekerjaannya tersebut ia rela pulang malam.

Saat masih kuliah, meskipun berada di luar Bali, ia tetap aktif di Sekaa Teruna.

“Setiap pulang ke Bali, selalu ikut kegiatan di sini, termasuk kegiatan STT,” kata Gusde.

Indah masih memiliki hubungan keluarga dengan Gubernur ketujuh Bali Ida Bagus Oka.

Ia merupakan cucu jauh Ida Bagus Oka.

Baca juga: UPDATE: Saksi Sebut Korban Berjalan Terlalu ke Tengah Sebelum Terseret Arus di Pantai Muara Denpasar

Sementara Ida Ayu Rukini berprofesi sebagai guru di SMPN 6 Denpasar.

Pada bulan September 2021 ia akan purna tugas atau pensiun sebagai guru.

Terkait meninggalnya ibu dan anak ini, pihak keluarga juga telah menggelar upacara ngulapin di tempat kejadian.

Sementara kemarin digelar prosesi meluasin. (*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved