Sponsored Content

Pimpin Rakor, Bupati Giri Prasta Instruksikan Efisiensi dan Prioritaskan Belanja untuk Urusan Wajib

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa memimpin Rapat Koordinasi Pelaksana

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa saat memimpin Rakor Pelaksanaan APBD Badung TA 2021 di Puspem Badung, Jumat 28 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Sekretaris Daerah I Wayan Adi Arnawa memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2021 bertempat di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Jumat 28 Mei 2021.

Rapat yang dilaksanakan tersebut guna menjamin penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Badung tetap dapat berjalan secara kondusif, efektif.

Selain itu pula serta tetap mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kepentingan masyarakat, di tengah perkembangan pandemi Covid-19.

Pada rapat tersebut juga diikuti langsung oleh Kepala OPD dan Camat serta diikuti secara daring via zoom meeting oleh Lurah dan Perbekel.

Baca juga: Kisah Pak Min Merintis Usaha Kuliner Tipat Kari Bakso di Pasar Badung Sejak 1985

Semua Pimpinan OPD dilibatkan  dengan tujuan untuk menyamakan persepsi, menyatukan langkah-langkah serta terus melakukan upaya-upaya terobosan dalam menghadapi berbagai tantangan serta permasalahan yang terjadi pada situasi saat ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berimbas sangat besar terhadap kondisi perekonomian daerah, sehingga perlu dilakukan langkah evaluasi dan koreksi atas pelaksanaan APBD tahun 2021.

Untuk itu dari sisi belanja, bupati menginstruksikan kepada Sekda melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan koordinasi melibatkan seluruh perangkat daerah. 

Baca juga: Ditangkap Usai Ambil Paket Narkotik di Badung Bali, Haris Dituntut 12 Tahun Penjara

Hal itu katanya, dalam rangka mengevaluasi seluruh program atau kegiatan yang kemungkinan masih dapat dilaksanakan dengan tetap memprioritaskan belanja pada penyelenggaraan urusan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar atau urusan-urusan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Pemda.

"Lakukan rasionalisasi atas belanja yang masih dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah terhitung pelaksanaannya mulai bulan Juni 2021."

Baca juga: Marak Kasus Penyimpangan Dana LPD, Giri Prasta Minta LPD di Badung Diaudit 2 Tahun Sekali

"Hal yang sama juga wajib dilakukan oleh seluruh jajaran yang ada di pemerintahan desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Badung."

"Saya minta kepada Dinas PMD serta seluruh camat agar melakukan koordinasi, pengawasan dan pengendalian sesuai kewenangannya masing-masing," tegasnya.

Pihaknya juga menginstruksikan agar OPD mengupayakan tetap mengedepankan efisiensi dan melakukan pengendalian seluruh belanja agar tidak terjadi defisit pada akhir pelaksanaan APBD tahun 2021.

Kepada seluruh perangkat daerah juga tidak diperkenankan untuk merealisasikan belanja sebelum ada kepastian.

Baca juga: Suiasa Hadiri Launching Layanan GeSer di Badung, Wujud Kolaborasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik

"Atas kebijakan tersebut, agar ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan atau norma yang berlaku, serta disesuaikan dalam Perubahan APBD tahun 2021 serta Perbup tentang Perubahan Penjabaran APBD," perintahnya.

Dari sisi pendapatan daerah, Bupati minta kepada Bapenda beserta seluruh perangkat daerah penghasil agar melakukan penghitungan kembali atas proyeksi pendapatan sehingga dapat diyakini bahwa target yang ditetapkan akan dapat terpenuhi dalam tahun 2021. 

Baca juga: Kisah Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar, Pengerjaan Lukisan Perang Puputan Badung Hingga 18 Bulan

"Saya bersama dengan Wakil Bupati serta jajaran terkait telah melakukan langkah-langkah monitoring, evaluasi serta pengendalian atas berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan APBD termasuk menerima masukan, usul, saran dari berbagai pihak."

"Selanjutnya telah dirangkum sebagai bahan pertimbangan sekaligus catatan koreksi sebagai direktif atau arahan sekaligus instruksi yang wajib ditindaklanjuti oleh Sekda beserta seluruh jajaran perangkat daerah di Kabupaten Badung," katanya.

Pada kesempatan itu Giri Prasta juga menyampaikan apresiasi, penghargaan serta terima kasih kepada perangkat daerah  atas berbagai prestasi, dedikasi, loyalitas serta tanggung jawab yang telah diberikan kepada pemerintah daerah, sehingga Kabupaten Badung tetap dapat menjadi barometer dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Bali.

Baca juga: Terbentur Anggaran, Program Matanabe di Badung Dihentikan Sementara

"Saya berharap, hal ini tetap dapat dipertahankan tidak saja untuk sekarang namun juga pada masa-masa yang akan datang," ujarnya. 

Sedangkan dalam rangka menjaga kondusivitas kerja pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati minta agar seluruh pimpinan dapat memberikan informasi yang sejelas-jelasnya sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan ini dan memberikan pemahaman atas kondisi yang tentu semuanya sangat tidak diharapkan. 

"Tetap jaga kebersamaan, mudah-mudahan situasi pandemi ini bisa cepat berlalu, sehingga upaya pemulihan juga akan dapat kita lakukan dalam waktu segera," harapnya. (Adv/Gus)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved