Breaking News:

Berita Bali

Sengkarut Tata Kelola Jasa Angkutan di Bandara Ngurah Rai, Dewan Bali Pertemukan Pihak Terkait

Adanya sengkarut mengenai tata kelola jasa angkutan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akhirnya ditanggapi serius oleh DPRD Bali.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ragil Armando
Suasana Rapat Mediasi mengenai tata kelola jasa angkutan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di DPRD Bali, Jumat 28 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Adanya sengkarut mengenai tata kelola jasa angkutan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akhirnya ditanggapi serius oleh DPRD Bali.

Para wakil rakyat tersebut akhirnya mempertemukan antara pihak-pihak yang terkait dengan sengkarut tersebut, Jumat 28 Mei 2021.

Pihak-pihak yang dipanggil tersebut diantaranya Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PT. Angkasa Pura I Kantor  Cabang Utama Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Koperasi  Jasa Angkutan Taksi Ngurah Rai, dan Koperasi Karyawan Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry yang memimpin rapat tersebut menjelaskan bahwa pihak Angkasa Pura I menurutnya diharapkan tidak melupakan sejarah jasa Koperasi  Jasa Angkutan Taksi Ngurah Rai yang sejak puluhan tahun  diajak bekerjasama mengelola jasa angkutan di kawasan tersebut.

Pihaknya menyebutkan apabila dalam perjalanannya perlu ada perbaikan terkait pelayanan atau kontrak sendiri, menurutnya agar dilakukan pembinaan guna mewujudkan koperasi taksi menjadi profesional.

Penyimpangan Dana LPD Marak, DPRD Bali Minta Dilakukan Audit Tiap Tahun

Banyak Kasus Penyelewengan Dana LPD, Wakil Ketua DPRD Bali Minta LPD Diaudit Setiap Tahun

"Pimpinan Angkasa Pura tidak  boleh melupakan historis koperasi taksi yang sejak awal melakukan pelayanan di bandara. Jika dilupakan atau dicampakan maupun tidak sependapat, kami berharap pimpinan bekerjasama langsung untuk membina. Selain itu menjadi angkutan profesional," jelasnya.

Politikus yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Bali ini menegaskan bahwa pihaknya meminta Komisi III DPRD Bali guna menyusun rekomendasi mengatasi sengkarut masalah tersebut.

Seperti diketahui, sengkarut ini bermula saat Koperasi Jasa Angkutan Taksi Ngurah Rai merasa mendapat perlakuan diskriminatif selama menjalin kerjasama oleh pihak pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai atau Angkasa Pura (AP) I.

Mereka menyebut bahwa selama ini pihaknya sudah melayani transportasi di kawasan Bandara Ngurah Rai selama 40 tahun.

Dalam jangka waktu tersebut, menurutnya tidak pernah ada masalah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved