Breaking News:

Berita Buleleng

Buleleng Dijatah Pupuk 30 Ribu Ton, Pemerintah Pusat Ingin Batasi Penggunaan Pupuk Kimia

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta mengatakan, pupuk kimia bersubsidi ini didistribusikan ke petani dengan menggunakan sistem pengamprahan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tahun ini, Buleleng hanya mendapatkan jatah pupuk kimia dari pemerintah pusat sebanyak 30 ribu ton.

Harganya pun dinaikkan menjadi Rp 400 per kilogram.

Ini lantaran pemerintah pusat ingin agar penggunaan pupuk kimia dibatasi.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta mengatakan, pupuk kimia bersubsidi ini didistribusikan ke petani dengan menggunakan sistem pengamprahan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dikoordinasikan oleh masing-masing subak.

Baca juga: Ditinggal ke Gereja, Rumah Luh Suseni di Dusun Munduk Buleleng Ludes Terbakar

Jatah pupuk kimia yang diberikan oleh pusat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 9.045 hektar lahan sawah yang ada di Buleleng.

Namun dengan naiknya harga, petani praktis akan mengurangi pembelian, utamanya yang memiliki lahan lebih dari dua hektar karena tidak mendapatkan subsidi.

Mengingat pusat ingin agar penggunaan pupuk kimia dibatasi, Sumiarta memberikan solusi dengan menambah jumlah pupuk organik.

Selain lebih murah, juga dapat memperbaiki struktur kesuburan tanah.

Sejauh ini, kata Sumiarta, baru beberapa subak yang menggunakan pupuk organik.

Salah satunya subak Cengana Desa Panji.

Selain itu pihaknya juga melakukan demplot penggunaan pupuk organik Eco-Farming bekerja sama dengan PT Best pada penanaman padi varietas sulutan unsrat dua di Subak Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, seluas 20 are.

Dalam uji coba ini, pihaknya mengkaitkan penggunaan pupuk organik 50 persen dan pupuk kimia 50 persen. 

“Demplot ini untuk membuktikan kepada petani bahwa penggunaan pupuk kimia yang sedikit pun sejatinya bisa memberikan hasil yang optimal," tutupnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved