Breaking News:

Serba Serbi

Sekilas Sejarah Hayam Wuruk dan Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Dijelaskan Prof. Dr. Drs. A A Bagus Wirawan, S.U. bahwa di dalam kekuasaan Raja Hayam Wuruk lah, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya atau

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN BALI/ I NYOMAN MAHAYASA
ilustrasi - Sekilas Sejarah Hayam Wuruk dan Runtuhnya Kerajaan Majapahit 

Diantaranya karena perebutan kekuasaan oleh para ahli warisnya. Sehingga penuh dengan peperangan.

Disebutkan bahwa pengganti Raja Hayam Wuruk, adalah Wikrama Wardana pada tahun 1389. Kemudian diganti Ratu Suhita pada tahun 1429.

Dan diganti Kerthawijaya pada 1447. Lalu Rajasa Wardana pada tahun 1451 hingga tahun 1453 Masehi.

Selanjutnya, pada tahun 1453 sampai 1456 tidak ada raja, sebab pewarisnya konon masih sangat muda.

Sehingga diperkirakan pada tahun 1453 Masehi itu, telah mulai terjadi perebutan kekuasaan. Dan stagnan bertahan selama 3 tahun.

Baca juga: Pura Maospahit, Saksi Bisu Jejak-jejak Keberadaan Majapahit di Bali

Barulah pada 1456, dinobatkan putra Kerthawijaya yaitu Dyah Suryawikrama Girisawardana. Kemudian ia diganti  oleh  putranya Dyah Suraprabawa pada tahun 1466 Masehi.

"Berdasarkan berbagai sumber sejarah, pada tahun 1468 Masehi. Dyah Suraprabawa digulingkan oleh Kertha Bumi, yaitu putra Rajasa Wardana," sebutnya.

Dalam sejarah tersebut, Dyah Suraprabawa berkuasa sampai tahun 1474 Masehi.

Namun tidak jelas dimana posisinya. Dan dimungkinkan di Daha. Menurut Pararaton Bhanawa Sekar, oleh Mpu Tanakung. Disebutkan adanya kemungkinan Dyah Suraprabawa Singawikrama Wardana. Ayo bhre pandan Salas III, madeg pandito.

Lalu diganti oleh adik beliau yaitu Girindra Wardana Sang Singawardana tahun 1468-1474 Masehi. Disebutkan Sang Moktah ing Kedaton.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved