Breaking News:

Berita Bangli

1.007 Warga Langgar Prokes Sejak Lima Bulan Terakhir di Bangli, Sanksinya Mulai Teguran hingga Denda

“Jenis pelanggaran berat ini, contohnya mengkoordinir masa yang banyak tanpa penerapan prokes. Sehingga berpotensi menimbulkan terpaparnya banyak

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Tim yustisi saat melakukan operasi penerapan protokol kesehatan di wilayah Kintamani. Minggu (31/5/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Penegakan protokol kesehatan (prokes) hingga kini masih terus digencarkan.

Kendati demikian, masih saja ditemukan masyarakat yang melanggar sehingga harus dikenai hukuman.

Tercatat sejak awal tahun 2021, ada 1.007 pelanggaran yang ditemukan oleh Tim Yustisi.

Pelanggaran tersebut bervariasi, mulai dari ringan hingga sedang.

Baca juga: Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Nurinten Nekat Mencuri Jeruk di Kebun Warga dan Wakil Ketua DPRD Bangli

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bangli, Dewa Agung Suryadarma saat dikonfirmasi Senin (31/5/2021) mengungkapkan, walaupun masih ditemukan pelanggaran pihaknya tidak pernah menemukan jenis pelanggaran berat. Yang mana melibatkan pengadilan untuk pemberian sanksi.

“Jenis pelanggaran berat ini, contohnya mengkoordinir masa yang banyak tanpa penerapan prokes. Sehingga berpotensi menimbulkan terpaparnya banyak orang. Tentunya dibutuhkan pembuktian juga,” jelasnya.

Jenis pelanggaran ringan, yakni apabila ditemukan masyarakat yang salah menggunakan masker.

Dalam hal ini, pihaknya memberikan pembinaan serta sanksi baik berupa teguran, sanksi fisik, hingga sanksi sosial.

Sementara sanksi denda, lanjut Suryadarma, apabila ditemukan pelanggaran sedang. Yakni masyarakat yang tidak mengenakan dan tidak membawa masker.

“Dalam pemberian sanksi denda, kami diberikan kelonggaran oleh pemerintah pusat, dengan melihat kemampuan si pelanggar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved