Breaking News:

China

China Resmi Izinkan Warganya Punya 3 Anak karena Usia Angkatan Kerja Semakin Tua

Pemerintah China menempuh langkah tersebut mengingat usia populasi dan terutama angkatan kerja di Negeri Panda tersebut semakin menua.

Editor: DionDBPutra
ilustrasi
Pemerintah China resmi memberikan izin kepada warganya yang berencana mempunyai tiga anak. 

Kekhawatiran makin bertambah karena jumlah angkatan kerja baru juga menurun yang berdampak pada ekonomi.

Karena kebijakan satu anak, orangtua memilih untuk mendapatkan anak laki-laki dan menelantarkan bayinya yang berjenis kelamin perempuan.

Kesulitan Cari Istri

Kebijakan satu anak di China diperkenalkan pada 1979. Dampak yang terasa dari kebijakan satu anak yang diperkenalkan oleh mendiang Pemimpin China Deng Xiaoping itu adalah para pria di sana kesulitan mendapatkan istri.

Berdasarkan pemberitaan SCMP Juni 2015 dan studi Institute for Family Studies Desember 2018 memaparkan, terdapat 120 anak laki-laki dibanding perempuan.

Artinya dalam empat dekade terakhir, terdapat 30 juta lebih banyak bocah laki-laki dibanding perempuan disebabkan nilai tradisional bahwa pria harus didahulukan.

Ketimpangan itu membuat para pria kesulitan mencari istri. Sebabnya, kalangan wanita mempunyai daya tawar untuk menolak laki-laki yang tidak mempunyai uang.
Akibatnya, generasi pria yang lajang masuk ke dalam "cabang telanjang".

Karena mereka sama sekali tidak bisa dimasukkan ke dalam garis silsilah keluarga tanpa memiliki keturunan.

Ketimpangan ditambah tekanan finansial yang harus dihadapi demi mendapat pasangan, membuat para pria China dilaporkan mulai melakukan berbagai macam cara.

Mereka bahkan bersedia membeli istri dari pelaku perdagangan orang. Pada awal 2018, penegak hukum menyelamatkan 17 gadis Vietnam dan menahan 60 penyelundup manusia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved