Breaking News:

Berita Kesehatan

Gangguan Tiroid Bisa Terjadi pada Bayi dan Anak-Anak, Bagaimana Mengenalinya?

Gangguan Tiroid hanya terjadi pada orang dewasa, ternyata tidak sepenuhnya benar. Gangguan tiroid ternyata juga bisa terjadi pada bayi hingga anak-ana

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay
Foto ilustrasi bayi - Gangguan Tiroid Bisa Terjadi pada Bayi dan Anak-Anak, Bagaimana Mengenalinya? 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARGangguan Tiroid hanya terjadi pada orang dewasa, ternyata tidak sepenuhnya benar.

Gangguan tiroid ternyata juga bisa terjadi pada bayi hingga anak-anak.

Berbeda dengan orang dewasa, gangguan kelenjar tiroid pada anak tidak memiliki gejala spesifik, apalagi jika itu adalah Hipotiroid Kongenital.

Lalu bagaimana pencegahannya dan seberapa parah akibat gangguan tiroid tersebut terhadap tumbuh kembangnya?

Baca juga: Kenali Ciri Gangguan Tiroid Diantaranya Kegemukan dan Gangguan Pada Siklus Menstruasi

Dokter Spesialis Anak divisi Endokrin RSUP Sanglah, Dr. dr. I Made Arimbawa, Sp.A (K), menyatakan hipotiroid kongenital adalah gangguan fungsi kelenjar tiroid yang dialami sejak lahir (kongenital), sehingga bayi memiliki kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroid).

"Bayi dengan hipotiroid kongenital ringan mungkin tidak menunjukkan gejala-gejala yang jelas."

"Sebaliknya, pada kasus hipotiroid kongenital yang berat, wajah bayi akan terlihat sembab atau bengkak dengan lidah yang tebal dan besar."

"Selain itu, bayi dengan hipotiroid kongenital juga mungkin menunjukkan gejala seperti, kulit dan mata menguning, kesulitan saat makan, perut membengkak dan terkadang pusar tampak menonjol, otot lesu dan lemah, rambut kering dan rapuh dan lengan dan tungkai pendek," ungkapnya pada, Senin 31 Mei 2021. 

Baca juga: Tak Hanya Muncul Benjolan di Leher, Gejala Kelenjar Tiroid Sedang Bermasalah yang Harus Diwaspadai

Hipotiroid kongenital yang tidak ditemukan dan ditangani sejak awal akan menyebabkan gangguan pertumbuhan di kemudian hari.

Anak dengan kondisi ini akan memiliki tubuh pendek atau cebol, retardasi mental, dan sulit bicara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved