Breaking News:

Berita Gianyar

Satreskrim Polres Gianyar Geledah Isi Sampah Medis, Kadis DLH: Diduga Pelaku Tinggal Dekat Situ

Satreskrim Polres Gianyar, Senin 31 Mei 2021 ini melakukan penggeledahan terhadap sampah medis yang ditemukan di Kelurahan Bitera.

ist
Polisi Polres Gianyar saat mengamankan sampah medis yang dibuang sembarangan di wilayah Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali, Sabtu 29 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Satreskrim Polres Gianyar, Senin 31 Mei 2021 ini melakukan penggeledahan terhadap sampah medis yang ditemukan di Kelurahan Bitera, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali.

Hal ini dilakukan untuk mencari pelaku pembuang sampah berbahaya tersebut.

"Kita masih lakukan penyelidikan, hari ini kita geledah isi sampah medis tersebut. Sampah itu masih kita titip di RSUD Sanjiwani," ujar Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Laorens Rajamangapul saat dikonfirmasi via telepon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati mengatakan, pembuangan sampah medis tersebut dinilainya sudah sangat sembarangan.

Hanya saja, dikarenakan keterbatasan pihaknya, ia tidak bisa melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembuang.

Kesal Wilayahnya Jadi Tempat Pembuangan Sampah Medis, Lurah Bitera: Ketemu, Saya Cekik Orangnya

Baca juga: Sampah Medis Dibuang Sembarangan di Bitera Gianyar, Polisi Lakukan Penyelidikan

"Kami sangat sayangkan, itu sudah sangat keterlaluan. Untuk penyelidikan, kami keterbatasan anggota untuk menelusuri," ujarnya. 

Mirna menduga, pembuang sampah medis tersebut masih tinggal di kawasan dekat dengan TKP.

"Itu kan lokasi jalan satu arah, tidak ada tembusan lain, kemungkinan pelakunya orang dekat-dekat situ," ujar pejabat asal Kelurahan Bitera tersebut.

Terkait apa tindak lanjut dari pihaknya, Mirna mengatakan akan memberikan pemahaman pada masyarakat, akan bahayanya sampah medis.

"Untuk penanganan, karena itu berada di lingkungan  kelurahan, kami di Pemerintah Gianyar hanya bisa berkoordinasi dengan perangkat kelurahan dan desa adat. Kami akan edukasi tentang bahayanya sampah medis. Semoga dengan pemahaman yang didapat, masyarakat menjadi sadar dan lebih peka apabila melihat hal seperti itu lagi," tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved