Berita Bali

Kumpulkan Pengusaha Ultra Mikro Bali, Anggota DPR RI Ini Ajak Lembaga Keuangan Beri Akses Permodalan

Pasalnya, sektor pariwisata yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Pulau Dewata itu ikut ambruk akibat terjangan badai pandemi

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UMKM, koperasi, investasi dan BUMN, Putu Supadma Rudana alias PSR mengumpulkan 100 pelaku usaha ultra mikro Bali, di Hotel Sindhu Beach Sanur, Selasa 1 Juni 2021 pagi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian Bali ikut terjun bebas akibat hal tersebut.

Pasalnya, sektor pariwisata yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Pulau Dewata itu ikut ambruk akibat terjangan badai pandemi.

Akibatnya, banyak masyarakat Bali yang menjadi melarat akibat sapuan pandemi.

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UMKM, koperasi, investasi dan BUMN, Putu Supadma Rudana alias PSR ikut tergerak untuk membantu masyarakat Bali yang kesusahan.

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR RI PSR Kembali Salurkan 5 Ribu Paket Bantuan Sembako untuk Masyarakat Bali

Seperti yang dilakukannya dengan mengumpulkan 100 pelaku usaha ultra mikro Bali, di Hotel Sindhu Beach Sanur, Selasa 1 Juni 2021 pagi.

Para pelaku usaha yang terdiri dari pedagang asongan, pedagang klepon, tipat cantok, pedagang canang itu dikumpulkannya dalam sosialiasi program integrasi ekosistem ultra mikro.

Dalam kegiatan tersebut, PSR menggandeng mitra Komisi VI seperti BRI, Pegadaian,  dan PNM ( Permodalan Nasional Madani).

PSR sendiri menyebutkan bahwa program ini sendiri dilakukan sebagai bagian dari kegiatan literasi keuangan, mengerti pengelolaan kredit usaha, berhak memperoleh akses kredit dengan syarat tergabung dalam asosiasi pedagang.

“Memberikan literasi pengelolaan keuangan, modal usaha, kredit usaha ultra mikro dengan konsep maju bersama, sagilik saguluk salunglung sabayantaka paras paros sarpanaya, saling asah asih asuh,” katanya disela-sela acara.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini di Indonesia terdapat 57 juta pelaku ultra mikro yang hanya bermodalkan usaha antara Rp 1 juta sampai Rp 10 juta.

Akan tetapi, dari jumlah tersebut hanya sekitar 20 persen yang tersentuh dan memiliki akses lembaga keuangan formal.

Sehingga melalui program integrasi ekosistem ultra mikro modal usaha diharapkan para pelaku usaha ultra mikro tersebut mendapatkan akses permodalan tanpa agunan dengan bunga ringan.

"Saya untuk di Bali mengajak para pelaku usaha ultra mikro ini bangkit di tengah Pandemi Covid-19, yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhirnya, dengan memahami pola pengelolaan modal usaha, memahami literasi keuangan, mengerti mana modal , mana profit, dalam manajemen usaha kecil. Tujuannya, ketika pelaku usaha ultra mikro ini dapat modal usaha paham cara mengelola, sehingga bisa memajukan usahanya," ungkap pria yang juga Wasekjen DPP Demokrat ini.

Tidak hanya itu, PSR juga meminta pihak BRI, Pegadaian, PNM yang selama ini menjadi lembaga keuangan papan atas di bawah BUMN, supaya menyalurkan kredit usaha dengan pola birokrasi dan persyaratan yang lebih mudah.

Baca juga: Bicara di Rapat Paripurna DPR RI, Putu Supadma Rudana: Saya Tidak Mau Masyarakat Bali Hanya di PHP

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved