Breaking News:

PPLI Jaga Bumi Dari Pencemaran Limbah B3, Jangan Abai Demi Kelestarian Lingkungan

limbah B3 yang dihasilkan di Kota Denpasar mayoritas berasal dari rumah sakit atau jenis limbah infeksius, dari perhotelan dan dari perbengkelan.

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Noviana Windri
ist
DLHK Pemkot Denpasar melaksanakan monitoring salah satu TPS B3 yang ada di Kota Denpasar, Bali. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali, terkenal dengan keindahan alam dan tempat wisatanya. Geliat industri perhotelan pun tumbuh tinggi, hal ini berimplikasi terhadap jumlah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) salah satunya yang dihasilkan perhotelan, jika tidak dikelola dengan benar dan tepat, limbah B3 berpotensi mengganggu kelangsungan lingkungan hidup.

Di Kotamadya Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemerintah Kota Denpasar mencatat sedikitnya per hari dihasilkan limbah B3 sebanyak 1,6 Ton dari berbagai jenis, baik limbah padat maupun cair dari berbagai tempat penghasil.

Yang terbaru, kewajiban pengelolaan limbah B3 diatur jelas termaktub dalam Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang nomor 32 tahun 2009.

Dalam Pasal 1 nomor 67 dijelaskan bahan berbahaya dan beracun disingkat B3 adalah zat, energy, dan/atau komponen lain yang karena bersifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hhidup dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Warga Datangi DPRD Jembrana Tolak Keberadaan Pabrik Limbah B3 di Pengambengan, Ini Sikap Fraksi PDIP

Warga Akan Ajukan Gugatan, Tuding Pabrik Limbah B3 di Pengambengan Jembrana Cemari Lingkungan

Dan nomor 78-79 menjelaskan bahwa pengelolaan limbah B3 adalah kegiatan yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan,dan/atau penimbunan. Dumping (penimbunan) kegiatan membuang, menempatkan, dan/atau memasukkan limbah dan/atau bahan dalam jumlah, konsentrasi, waktu, dan lokasi tertentu dengan persyaratan tertentu ke media lingkungan hidup tertentu.

Di Indonesia satu-satunya perusahaan yang mampu mengolah dan mengelola limbah secara terintegrasi adalah PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), yang berlokasi di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat berdiri di atas lahan seluas 63 hektare dan memiliki teknologi incinerator terbesar dan termodern di Indonesia.

Banyak limbah B3 dari pelbagai wilayah di Indonesia diolah di perusahaan yang berdiri sejak 27 tahun yang lalu itu, salah satunya limbah B3 dari wilayah Bali.

Kepala Seksi Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, Dewa Suteja menjelaskan, limbah B3 yang dihasilkan di Kota Denpasar mayoritas berasal dari rumah sakit atau jenis limbah infeksius, dari perhotelan dan dari perbengkelan.

“Kita rutin melakukan monitoring tempat penghasil B3 seperti di perhotelan, rumah sakit, harus memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3, fokus kita juga monitoring di seluruh bengkel di Kota Denpasar yang harus dibina agar tidak membuang oli sembarangan karena berdampak mencemari lingkungan,” kata Dewa saat wawancara dengan Tribun Bali, Selasa 1 Juni 2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved