Breaking News:

PPLI Jaga Bumi Dari Pencemaran Limbah B3, Jangan Abai Demi Kelestarian Lingkungan

limbah B3 yang dihasilkan di Kota Denpasar mayoritas berasal dari rumah sakit atau jenis limbah infeksius, dari perhotelan dan dari perbengkelan.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
ist
DLHK Pemkot Denpasar melaksanakan monitoring salah satu TPS B3 yang ada di Kota Denpasar, Bali. 

“Setiap perhotelan, rumah sakit di Bali wajib menampung sampah B3, tidak boleh dibuang ke TPS maupin TPA (tempat pembuangan akhir) seperti sampah biasa, kalau sampai ditemukan bisa terkena sanksi dari undang-undang yang berlaku,” sambung dia.

Ia menjelaskan, jenis pelanggaran dalam pengelolaan digolongan dari kriteria pelanggaran ringan hingga berat. Pasal 102 berbunyi setiap orang yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 ayat (4) dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 3 tahun  dengan denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak tiga miliar rupiah.

Untuk wilayah Denpasar, Dewa Suteja mencatat sedikitnya 105 penghasil limbah yang mayoritas terdiri dari perhotelan, rumah sakit dan bengkel, DlHK rutin melaksanakan monitoring terkait pengelolaan limbah B3.

Khusus untuk bengkel skala kecil dilakukan pembinaan agar tidak membuang bekas oli ke lingkungan.

“Kalau di Denpasar limbah B3 disimpan dari penghasil misal, perhotelan atau rumah sakit disimpan di TPS yang sudah memenuhi persyaratan teknis B3, untuk bengkel limbah oli dibawa ke pengumpul skala kota atau provinsi nanti sampah itu diangkut oleh transporter yang masuk ke Bali, semua dari Jawa sudah memenuhi syarat dan memenuhi izin kementerian, salah satunya PPLI sebagai perusahaan pengangkut dan pemusnah,” ujarnya.

Limbah B3 memilki ancaman yang berbahaya jika tidak dikelola dengan tepat. Selain di rumah sakit, masyarakat harus memahami dalam mengenali jenis limbah B3 salah satunya infeksius seperti perban, masker hingga jarum suntik.

DLHK Pemkot Denpasar melaksanakan monitoring salah satu TPS B3 yang ada di Kota Denpasar, Bali.
DLHK Pemkot Denpasar melaksanakan monitoring salah satu TPS B3 yang ada di Kota Denpasar, Bali. (ist)

“Kalau limbah medis yang sering muncul, jarum sunitik, obat-obatan, masker, perban, kita tidak tahu apakah dia membawa penyakit menular. Kalau oli dibuang ke air bisa mengganggu biota di air, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan merubah struktur tanah," paparnya 

Sementara itu, plastik dan kaleng B3 dicirikan dengan gambar tengkorak atau mudah terbakar, biasanya bersifat kimiawi, insectisida, chemical termasuk lampu neon dan barang eletronik.

Ia menjelaskan syarat TPS B3 harus memiliki alat pemadam api ringan (APAR), pencatatan limbah keluar masuk, untuk limbah infeksius harus tertutup rapat agar tidak ada vektor seperti tikus, lalat, nyamuk, kecoa masuk, selain itu ruangan harus dalam kondisi dingin dengan suhu berkisar minus 1 derajat celcius agar menghambat perkembangan bakteri virus mikroorganisme.

Pabrik Limbah B3 Tegalbadeng Barat Jembrana Bali Ditolak

Selain melakukan pengawasan, DLHK Denpasar juga melakukan sosialisasi pembinaan kepada masyarakat agar lebih aware terhadap lingkungan dan tidak mencemari lingkungan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved