Breaking News:

PPLI Jaga Bumi Dari Pencemaran Limbah B3, Jangan Abai Demi Kelestarian Lingkungan

limbah B3 yang dihasilkan di Kota Denpasar mayoritas berasal dari rumah sakit atau jenis limbah infeksius, dari perhotelan dan dari perbengkelan.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
ist
DLHK Pemkot Denpasar melaksanakan monitoring salah satu TPS B3 yang ada di Kota Denpasar, Bali. 

“Pengawasan dan mengimbau masyarakat agar limbah medis seperti menggunakan perban masker harus hati-hati saat membuang, kemudian masker yang dihasilkan dicuci dahulu atau disemprot disinfektan, dipotong, dimasukkan ke dalam amplop dibungkus plastik baru dibuang ke tempat sampah, kita tidak tahu mana sehat mana sakit smeua pakai masker. Dinas melajukan sosialisasi agar masyarakat aware terhadap lingkungan dan penyakit," jabarnya.

PPLI berdiri tahun 1994 sebagai perusahaan pengelola limbah B3 satu-satunya di Indonesia yang terintegrasi. Manager Humas dan Legal PT. PPLI, Arum Pusposari menjelaskan, PPLI memberikan layanan secara terpadu dengan teknologi, transportasi dan armada khusus sesuai prosedur pengelolaan limbah B3.

"Limbah perhotelan atau rumah sakit yang dibawa dari Bali diangkut oleh transporter ditampung di Sidoarjo dan Lamongan, Jawa Timur lalu diolah di Bogor. Kalau dari Bali limbahnya ada dari perhotelan dan rumah sakit contohnya peeangi ruangan, semprotan nyamuk, limbah medis," kata dia.

PPLI menjadi bagian dari pemerintah dengan saham 5 persen dimiliki Pemerintah Indonesia dan 95 persen saham lain dikuasai DOWA Eco-System Co.Ltd dari jepang.

PPLI mendukung kegaitan pemerintah untuk menjamin lingkungan bersih dari B3 yang dihasilkan di seluruh Indonesia menerima limbah dari awal penerimaan hingga pemusnahan akhir.

Cara kerjanya, sebelum diolah, PPLI mengambil sampel limbah B3 untuk dibawa ke laboratorium dan dianalisa jenis limbahnya lalu ditentukan treatmentnya.

"Limbah B3 dari industri wajib dibuang/dikelola/dimusnahkan/dimanfaatkan," ujar dia.

Cara pengolahan limbah B3 utuk limbah padat dilakukan proses stabilisasi dan solidifikasi yang bertujuan untuk menghilangkan racun, prosesnya diaduk dengan chemical tertentu supaya stabil kondisinya, aman dibuang dikubur ke landfill lahan timbus.

Sedangkan untuk limbah berjenis cair proses pengelolaanya melalui beberapa proses, fisika kimia dan biologis, dengan tujuan akhir mendapatkan air yang jernih tanpa mengandung racun dan tidak berbau atau mengandung logam berat, selanjutnya air didispose ke media lingkungan seperti sungai.

Untuk limbah jenis oli, bisa dimanfaatkan untuk limbah energy atau waste to energy, oli diolah agar menghasilkan bahan bakar sintetis yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar pembuatan semen pengganti batu bara atau fosil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved