Breaking News:

Berita Bali

RENCANA Pembukaan Bali untuk Wisatawan Mancanegara, Cok Ace: Harapan Kita di Bulan Juli

Rencana Pembukaan Bali untuk Wisatawan Mancanegara, Cok Ace: Harapan Kita di Bulan Juli

Penulis: Ragil Armando
Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan asing bermain dan menanti sunset di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung, Selasa (29/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab dipanggil Cok Ace berharap rencana pembukaan Bali untuk para wisatawan mancanegara tidak ada perubahan, yakni pada Juli 2021.

Cok Ace menyebut, pemerintah pusat cukup intens melakukan berbagai kajian dan evaluasi terkait rencana pembukaan Bali.

Sehingga pihaknya masih menaruh rasa optimistis Bali bisa dibuka sesuai rencana.

“Sampai sekarang belum ada perubahan. Harapan kita di bulan Juli, pemerintah pusat sangat intens selalu melihat kembali, mengevaluasi, sehingga rencana itu bisa berjalan sesuai rencana,” katanya seusai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (31/5/2021).

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). (Dokumentasi Pemprov Bali)

Cok Ace menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sangat menyambut baik rencana Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan akan membuat program Work From Bali (WFB) untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Cok Ace mengatakan, Rabu (2/6/2021) besok, pihaknya akan berangkat ke Jakarta untuk membahas dan mendalami wacana Work From Bali dengan pemerintah pusat.

“Sangat positif sekali. Ini bisa menimbulkan semangat spirit teman-teman pariwisata di Bali.

"Mungkin belum bisa merata, tapi sedikit banyak bisa memberikan semangat. Ini sudah kita hitung dan cermati bagaimana mekanismenya. Nanti Rabu (kami) ke Jakarta untuk didalami di sana,” paparnya.

Baca juga: Izinkan Desa Wisata Buka Lagi, Gus Menteri Dukung Pemulihan Pariwisata Bali

Disinggung mengenai pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar alias Gus Menteri yang mengizinkan dibukanya kembali berbagai desa wisata yang ada di Bali sebagai bagian dari pemulihan ekonomi dan pariwisata, Cok Ace juga menjawab secara diplomatis.

Hanya saja, syarat-syarat tertentu untuk pembukaan desa wisata tersebut, salah satunya yakni penerapan protokol kesehatan (prokes) harus diperhatikan dengan ketat.

Di samping itu, pihaknya juga mensyaratkan wilayah desa wisata tersebut berada minimal pada zona kuning penyebaran Covid-19.

“Oh kita mendorong sekali lah, bagaimana kita menurunkan angka Covid, bagaimana kita meningkatkan kesembuhan. Ini yang kita lakukan di Bali. Sedangkan pusat sudah memberikan lampu hijau.

"Ya selama prokes sudah dipenuhi, kemudian penyebaran Covid di daerah tersebut masih merah, kalau bisa minimal kuning lah,” terangnya.

Baca juga: Work From Bali, Menparekraf Ingin Kebijakan Ini Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Seperti diketahui, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar alias Gus Menteri mengatakan desa wisata di Bali bisa dibuka kembali.

Hal itu diungkapkan Gus Menteri saat berkunjung ke Bali belum lama ini.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari mendukung pemulihan pariwisata Bali dan dukungan program Work From Bali.

“Bentuk dukungan dari kementerian desa akan melakukan hal sama dengan membuka seluruh desa wisata di Pulau Bali sebagai landasan pemulihan ekonomi,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved