Breaking News:

Berita Badung

Merasa Tak Punya Masalah dengan Pelaku, Driver Ojol Korban Pengeroyokan: Gak Tahu Kenapa Serang Saya

Saat itu dirinya sama sekali tidak tahu ada permasalahan apa, hanya saja saat itu ia melihat ada kecelakaan sepeda motor di Jalan Dewi Sri dan

TRIBUN SUMSEL
ILUSTRASI PENGEROYOKAN - Merasa Tidak Ada Masalah Saat Pengeroyokan di Kuta, Syafi'e Sang Driver Ojol : Gak Tau Kenapa Terus Serang Aku 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mengenai kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta, Badung, Bali tepatnya di depan rumah makan Ayam Goreng Nelongso, Ach Syafi'e (27) sang driver ojek online (ojol) yang menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda, memberikan keterangan lebih lanjut terkait peristiwa yang dialaminya.

Pria kelahiran Sumenep, 19 Februari 1994 yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojol dan tinggal di wilayah Legian, Kuta, Badung ini mengaku tidak punya masalah dengan pemuda yang berjumlah tujuh orang.

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Syafi mengaku saat itu dirinya tengah menunggu orderan makanan di warung makan pada Selasa 1 Juni 2021 sekitar pukul 20.37 wita.

Saat itu dirinya sama sekali tidak tahu ada permasalahan apa, hanya saja saat itu ia melihat ada kecelakaan sepeda motor di Jalan Dewi Sri dan diketahui salah satu pengendara tersebut merupakan rekan dari mereka.

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan Driver Ojol di Kuta, Polisi: Hanya Karena Dilihat, Dikira Menantang

Namun saat itu, Syafi'e tidak terlalu memperdulikan situasi karena masih harus menerima orderan yang ia terima dari costumer dan lanjut menunggu pesenan selesai.

"Awalnya kan aku enggak peduli, enggak kenal juga. Aku langsung proses orderan ku, lalu aku tunggu di luar sama anak-anak (rekan ojol lainnya), ada dua orang di sana. Karena aku biasanya juga sering nongkrong disana," ujar Syafi'e kepada Tribun Bali.

"Tiba-tiba datang segerombolan anak-anak yang banyak itu, terus pertama itu mereka mau bantu yang tabrakan, enggak tahu kenapa terus datang menyerang ke saya," ungkapnya yang masih terdengar menahan sakit, Rabu 2 Juni 2021 sore.

Dalam keterangannya, ia masih mengingat betul jumlah orang pemuda yang bergerombol dan diantaranya melakukan pengeroyokan ke dirinya.

Sekitar pukul 20.37 wita, ia yang saat itu menerima orderan bersama dua rekan ojol lainnya, beberapa saat kemudian terjadi pengeroyokan di depan rumah makan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved