Breaking News:

Berita Karangasem

Penjualan Garam Amed Bali Anjlok Sejak 2020 Akibat Pandemi Covid-19, Terjual Hanya 1 Ton

Pertahun, petani garam yang tergabung di komunitas Masyarakat Indikasi Geografis (MPIG) Garam Bali hanya mampu jual sekitar 1.000 kilogram atau 1 ton.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Saiful Rohim
ILUSTRASI - Proses pembuatan garam amed 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Penjualan Garam Amed Bali masih anjlok.

Pertahun, petani garam yang tergabung di komunitas Masyarakat Indikasi Geografis (MPIG) Garam Bali hanya mampu jual sekitar 1.000 kilogram atau 1 ton.

Jumlah itu turun dibanding sebelum pandemi, yang capai 3 - 5 ton.

Ketua MPIG Gram Bali, I Nengah Suanda menjelaskan, penjualan garam Amed menurun  drastis sejak 2020.

Pemicunya lantaran pandemi Covid-19, sehingga beberapa hotel restaurant  berbintang tutup  smentara.

Pemesanan dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Tanggerang juga mengalami penurunan.

Permintaan Garam Amed di Bali Turun 100 Persen Sejak Terjadi Pandemi Covid-19

Penujualan Turun Drastis, Stok Garam Amed Bali Menumpuk Akibat Pandemi Covid-19

"Penjualan Garam  Amed Bali anjlok dari tahun 2020. Sekarang sudah ada beberapa hotel yang mulai memesan. Tetapi jumlahnya sedikit hanya 1 sampai 3 kilogram perbulan. Kunjungan wisatawan masih sepi. Semoga akhir Juli pariwisata di Bali dibuka," kata Nengah Suanda, Rabu 2 Juni 2021 siang.

Akibat anjloknya penjualan, pasokan Garam Amed di Kelompok MPIG numpuk.

Pasokan garam saat ini capai sekitar puluhan ton di gudang.

Stok garam yang ada merupakan produksi dari tahun 2019.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved