Breaking News:

Berita Karangasem

Penjualan Garam Amed Bali Anjlok Sejak 2020 Akibat Pandemi Covid-19, Terjual Hanya 1 Ton

Pertahun, petani garam yang tergabung di komunitas Masyarakat Indikasi Geografis (MPIG) Garam Bali hanya mampu jual sekitar 1.000 kilogram atau 1 ton.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Saiful Rohim
ILUSTRASI - Proses pembuatan garam amed 

Sementara proses produksi dihentikan.

Petani garam fokus keaktivitas utamanya menjadi nelayan.

Stok garam yang  ada sebagian belum di bungkus, dan ada juga yang sudah. 

Garam sementara dibiarkan hingga ada pembeli.

Pihaknya berharap, permintaan garam dari luar Bali mengalami peningkatan dengan harapan pasokan garam bisa habis terjual.

Petani garam  bisa mendapat pemasukan.

"Rencana akhir Juli 2021 petani garam kembali akan produksi. Semoga cuacanya bersahabat, sehingga proses pembuatan berjalan lancar. Tak ada hambatan," harap I Nengah Suanda, pria yang  menjabat Klian Banjar Lebah.

Untuk diketahui, sebelum COVID - 19 produksi garam Amed alami peningkatan. Petani garam MPIG mampu produksi sekitar 1 sampai 2.5 ton selama berkerja.

Untuk tahun produksi garam menurun karena rendah permintaan garam.

Terutama dari luar.

Ketut Nemprig Lari Tunggang Langgang, Lahan Penggaraman & Gubug Perajin Garam Rusak Diterjang Ombak

Mengenal Pintono A Priyono Lebih Dekat, Sempat Bekerja di Distributor Gudang Garam

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved