Breaking News:

Berita Bali

Bobol ATM di Seputaran Badung dan Denpasar, Komplotan Skimming Aris Dkk Dihukum 2,5 Tahun Penjara

para terdakwa ini telah membobol beberapa ATM wilayah Badung dan Denpasar menggunakan ratusan kartu hasil skimming, dengan total transaksi ratusan

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Empat pelaku skimming saat menjalani sidang putusan secara daring. Mereka dihukum 2,5 tahun penjara oleh majelis hakim PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komplotan pelaku skimming atau mengakses data nasabah bank secara ilegal dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan (2,5 tahun).

Para terdakwa adalah Aris Said, Endang Indriyawati, Christopher Benediktus Diaz dan Putu Rediarsa yang menjalani sidang putusan secara daring dengan berkas terpisah di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 3 Juni 2021.

Dalam aksinya, para terdakwa ini telah membobol beberapa ATM wilayah Badung dan Denpasar menggunakan ratusan kartu hasil skimming, dengan total transaksi ratusan juta rupiah.

Dalam amar putusan, majelis hakim pimpinan Dewa Made Budi Watsara menjerat para terdakwa tersebut dengan Pasal 30 ayat (1) jo Pasal 46 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 KUHP.

Baca juga: Kuras Uang di ATM Wilayah Badung dan Denpasar, Komplotan Pelaku Skimming Dituntut 3 Tahun Penjara

Perbuatan para terdakwa sebagaimana dakwaan pertama JPU.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Aris Said dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan denda Rp 100 juta subsidair 4 bulan penjara," tegasnya.

Putusan yang sama juga jatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa Endang Indriyawati, Christopher Benediktus Diaz dan Putu Rediarsa.

Putusan majelis hakim itu turun 6 bulan dari tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, JPU I Made Dipa Umbara menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun, dan denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan penjara.

Terhadap putusan majelis hakim itu, para terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi langsung menyatakan menerima. Pun JPU menyatakan hal senada.

Terbongkarnya aksi para terdakwa tersebut berawal saat pihak Bank BUMN menerima laporan dari para nasabahnya yang kehilangan uang di rekening.

Berdasarkan laporan itu, pihak bank lalu mengecek data eletrik jurnal, snapshot dan CCTV di beberapa ATM.

Selanjutnya pihak bank berkoordinasi dengan dengan Subdit Siber Direskrimsus Polda Bali.

Lalu dilakukan penyelidikan dan petugas kepolisian berhasil meringkus Aris Said di Jalan Kebak Sari, Denpasar.

Baca juga: Selain di 2 TKP, Pelaku Skimming ATM Asal Bulgaria Juga Pernah Beraksi di Buleleng dan Lombok

 Berlanjut petugas menangkap istri Said bernama Endang Indriyawati di kos, Jalan Gunung Soputan, Denpasar.

Kemudian dilakukan penggeledahan, hasilnya ditemukan 234 kartu hasil skimming.

Menurut pengakuan terdakwa Said dan Endang, kartu itu digunakan melakukan transaksi di beberapa ATM.

Pun berdasarkan hasil swipe, bahwa ratusan kartu hasil skimming itu adalah kartu nasabah bank.

Usai menangkap terdakwa Said dan Endang, petugas kemudian berhasil membekuk tersangka Putu Rediarsa di Gianyar, dan terdakwa Christopher diringkus di parkiran sebuah mall di Badung.

Para terdakwa pun mengakui perbuatannya telah menguras uang nasabah di sejumlah ATM menggunakan kartu skimming. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved