Breaking News:

Fasilitas Kesehatan Rusak, WHO Sebut 200 Ribu Warga Palestina Membutuhkan Bantuan Medis

Setelah konflik antara Hamas dan Israel bulan lalu, WHO menyebut hampir 200 ribu orang sangat membutuhkan bantuan medis.

Editor: Eviera Paramita Sandi
(AP PHOTO/KHALIL HAMRA)
Warga Palestina menggelar shalat jenazah untuk dua wanita dan delapan anak dari keluarga Abu Hatab di Gaza City, yang tewas setelah serangan udara Israel pada Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, YERUSALEM -- World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia, soroti para penduduk Gaza yang membutuhkan banuan medis di wilayah Palestina setelah adanya rentetan bom yang dilakukan Israel. 

Setelah konflik antara Hamas dan Israel bulan lalu, WHO menyebut hampir 200 ribu orang sangat membutuhkan bantuan medis.

"WHO meningkatkan responsnya untuk memberikan bantuan medis bagi hampir 200 ribu orang yang membutuhkan di seluruh Wilayah Palestina yang diduduki (OPT)," jelas WHO regional Mediterania Timur dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al-Arabiyah, Kamis 3 Juni 2021.

"Situasinya fluktuatif. WHO tetap khawatir... dan menyerukan akses tanpa hambatan untuk pasokan dan staf penting terkait kemanusiaan dan pembangunan ke Gaza dan rujukan pasien keluar dari Gaza kapan pun diperlukan," ucap perwakilan WHO Rik Peeperkorn.

Ketegangan antara Israel dan Palestina melonjak menjadi saling tembakkan roket selama 11 hari dari dan ke Gaza.

Serangan Israel ke Gaza menewaskan 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, serta beberapa pejuang, kata pihak berwenang di sana.

Sementara serangan dari militan Palestina merenggut 12 nyawa di Israel, termasuk satu anak, seorang remaja dan seorang tentara Israel.

"Lebih dari 77.000 orang mengungsi dan sekitar 30 fasilitas kesehatan telah rusak,” kata pernyataan WHO.

Israel telah memberlakukan blokade darat dan laut di Gaza sejak Hamas merebut kendali pada 2007 dari wilayah miskin dan padat penduduk yang merupakan rumah bagi sekitar dua juta warga Palestina.

Jalur Rafah yang dibuka Mesir adalah satu-satunya jalan Gaza ke dunia luar yang tidak dikendalikan oleh Israel.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved