Breaking News:

Berita Ekonomi

Kota Denpasar Tercatat Alami Deflasi pada Mei 2021 Sedalam 0,59 Persen

Pada bulan Mei 2021 Kota Denpasar tercatat mengalami deflasi sedalam 0,59 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen

Tribun Bali/Karsiani Putri
Tangkapan layar dari acara live Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada Rabu 2 Juni 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada bulan Mei 2021 Kota Denpasar tercatat mengalami deflasi sedalam 0,59 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 105,78 pada April 2021 menjadi 105,16 pada Mei 2021. 

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Mei 2021 terhadap Mei 2020 (YoY) tercatat masing-masing setinggi 0,90 persen dan 0,81 persen. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya dalam acara live Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Bali pada Rabu 2 Juni 2021. 

Baca juga: April 2021, Denpasar Alami Inflasi Setinggi 0,46 Persen, Kota Singaraja Deflasi Sedalam 0,15 persen

Menurutnya, dari sebelas kelompok pengeluaran, sebanyak  tujuh kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi, yaitu kelompok IV  yang terdiri dari perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sedalam 4,19 persen, lalu kelompok II yang terdiri dari pakaian dan alas kaki sedalam 1,30 persen.

Kemudian kelompok I, yakni makanan, minuman, dan tembakau sedalam 1,04 persen serta  kelompok VIII yang terdiri dari rekreasi, olahraga, dan budaya sedalam 0,78 persen. 

Lalu, kelompok VI, yakni transportasi sedalam 0,12 persen, kelompok III yang terdiri dari perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sedalam 0,11 persen dan kelompok V, yakni kesehatan sedalam 0,01 persen.

Baca juga: Provinsi Bali Alami Deflasi Pada Februari 2021 

Menurutnya, ada tiga kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi, yaitu kelompok VII yang terdiri dari informasi, komunikasi, dan jasa keuangan setinggi 0,56 persen,  kelompok XI, yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,46 persen; dan kelompok X, yaitu penyediaan makanan dan minuman atau restoran setinggi 0,07 persen.

"Satu kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan, yaitu kelompok IX atau  pendidikan. Adapun komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan Mei 2021 antara lain, canang sari, cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, tarif angkutan udara, baju kaos tanpa kerah pria, jeruk, popok bayi sekali pakai, dan sawi putih," jelas Hanif Yahya. 

Baca juga: Februari 2021, Denpasar Alami Deflasi Sedalam 0,20 Persen, Singaraja Inflasi Setinggi 0,22 Persen

Sementara itu, pada bulan Mei 2021 Kota Singaraja tercatat mengalami deflasi sedalam 0,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) sebesar 107,61. 

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved