Berita Karangasem

Ular King Cobra Sepanjang 2,5 Meter Masuk Rumah Warga di Kelurahan Padang Kerta Karangasem

Awalnya pemilik melihat kepala ular. Dikarenakan takut, pemilik melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Petugas Damkar mengevakuasi ular di Lingkungan Kertasari, Kecamatan Karangasem, Rabu (2/6/2021) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Seekor ular king cobra masuk ke rumah Desak Wahyuni, Rabu 2 Juni 2021 malam.

Peristiwa yang menggegerkan masyarakat terjadi di sekitar Lingkungan Kertasari, Kelurahan Padang Kerta, Kecamatan Karangasem. Tak ada korban jiwa. Pemilik hanya alami syok.

Info dihimpun di lapangan, Kamis (3/6/2021), ular panjang sekitar 2,5 meter ditemukan di atas atap rumah.

Awalnya pemilik melihat kepala ular. Dikarenakan takut, pemilik melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem.

Baca juga: Pemkab Karangasem Diberi Kuota 1.080 Formasi, Guru Kelas SD Mendominasi Rekrutmen CPNS 2021

Pemilik rumah tak tahu jika ular tersebut adalah king cobra.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, Nyoman Tari, mengatakan, petugas langsung mengevakuasi setelah mendengar informasi tersebut.

Petugas damkar yang ke lokasi sebanyak 5 orang.

Proses evakuasi menggunakan alat seadanya. Penanganan diperkirakan sekitar 1.5 jam.

"Jenis ular yakni king cobra. Panjangnya sekitar 2.5 meter. Petugas mengevakuasi di atas atap. Warga sekitar sempat dibuat kaget dengan temuan," ungkap I Nyoman  Tari,  mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) & Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karangasem.

Pejabat asal Desa Ban, Kecamatan Kubu menambahkan, kasus ular masuk ke rumah warga sering terjadi di Karangasem.

Data dihimpun Tribun Bali, tahun 2020 kasus ular masuk ke rumah warga sebanyak 20 hingga 25 ekor.

Ditambah lagi evakuasi  ular di lahan dan tegalan warga milik msyarakat.

Banyaknya kasus ular masuk ke rumah warga karena masuk musim hujan.

Kemungkinan ular keluar dari sarangnya karena kedinginan, dan masuk ke rumah warga agar hangat. Hingga kini belum ada kasus gigitan ular yang  memasuki rumah warga.

Baca juga: Simbol Pemberian Efek Jera, Krama Tenganan Pegringsingan Karangasem Gelar Tradisi Maling-malingan

Biasanya ular diam, tidak mengganggu warga.

Sebelumnya, petugas Damkar Karangasem sempat menangkap ular piton berukuran besar di permukiman warga.

Ular tersebut ditangkap lantaran meresahkan warga.

Panjangnya  hampir mencapai tiga meter. Banyak ternak warga, seperti ayam, hilang. Diperkirakan dimakan ular piton.(*)

Artikel lainnya di berita Karangasem

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved