Breaking News:

Berita Banyuwangi

Akui Kalah dari Kepala Desa, Menteri Tito Belajar di Banyuwangi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, terkejut dengan sistem layanan publik Smart Kampung yang ada di desa Banyuwangi

Surya/Haorrahman
Menteri Tito saat menyaksikan langsung program Smart Kampung, di Kantor Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Jumat 4 Juni 2021 - Akui Kalah dari Kepala Desa, Menteri Tito Belajar di Banyuwangi 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, terkejut dengan sistem layanan publik Smart Kampung yang ada di desa Banyuwangi.

Bahkan Tito mengakui kalah dari Kepala Desa di Banyuwangi dalam pengaplikasian layanan publik.

"Terus terang saya kalah dari Kepala Desa. Jarinya sudah sangat fasih memencet aplikasi," kata Tito saat menyaksikan langsung program Smart Kampung, di Kantor Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Jumat 4 Juni 2021.

Tidak hanya itu, Tito juga mengakui pelayanan di Kemendagri juga kalah dari Desa Sukojati.

Baca juga: Proses Cepat, Banyuwangi Vaksinasi Covid-19 Drive Thru

"Dari sistem pelayanan kaget saya. Terus terang di Kemendagri itu ada sistem Anjungan Dukcapil Mandiri yang mengurus catatan sipil. Tapi di desa ini saya melihat lebih kompleks lagi. Tidak hanya tentang catatan sipil tapi bisa melayani banyak pelayanan. Bahkan ada 27 layanan," kata Tito.

"Ini menunjukkan pemerintah tidak sia-sia mengeluarkan Dana Desa sebesar Rp 72 triliun," tambah Tito.

Menurut Tito, ini menunjukkan Banyuwangi berhasil mengubah pola pikir dan kinerja SDM aparatur sipil negara (ASN).

"Itu tidak mudah, kalau hanya mengubah bangunan mungkin dua bulan selesai. Kalau mengubah SDM itu sulit," jelas Tito.

Tito mengatakan, kedatangannya ke Banyuwangi untuk menjawab rasa penasaran tentang keberhasilan Banyuwangi.

Baca juga: Ngantor di Desa, Bupati Banyuwangi Bareng Warga Nikmati Kuliner Resep Bung Karno

"Jujur saya katakan, selama ini saya penasaran dengan Banyuwangi. Tiap lomba pelayanan publik di Kemendagri selalu menang. Jadi saya putuskan untuk datang langsung ke Banyuwangi," urai Tito.

"Banyuwangi bisa jadi model. Saya akan minta daerah lain tiru Banyuwangi. Banyuwangi bisa menjadi best practice untuk dari lain. Saya saja ingin belajar dari Banyuwangi," tambah Tito. (Haorrahman)

Kumpulan Artikel Banyuwangi

Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved