Breaking News:

Berita Denpasar

Bendesa Serangan Bantah Gunakan Dana LPD Rp 5,8 Miliar, Sedana: Saya Sempat Bersumpah di Pura

Bendesa Desa Adat Serangan, Kota Denpasar, I Made Sedana, menampik tuduhan penggunaan dana di LPD Serangan senilai Rp 5,8 miliar.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Komang Agus Ruspawan
Tribun Bali/Putu Supartika
Belasan warga Serangan mengadukan kisruh penggunaan dana LPD Serangan ke DPRD Kota Denpasar pada Kamis, 3 Juni 2021 siang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bendesa Desa Adat Serangan, Kota Denpasar, I Made Sedana, menampik tuduhan penggunaan dana di LPD Serangan senilai Rp 5,8 miliar.

Sedana menuturkan, awalnya ia didatangi oleh staf Tata Usaha (TU) di LPD Serangan yang bernama Ni Wayan Sunita Yanti ke rumahnya.

Sedana diminta oleh Sunita agar mengakui saja jumlah uang tersebut karena sistem sedang bermasalah.

“Saya disuruh mengakui saja itu karena sistem komputer rusak, agar pembukuan balance. Saya meneken surat kosong. Saya tanda tangan dan kaget ternyata sebanyak itu (uang) yang saya tandatangani,” kata Sedana saat dikonfirmasi pada Kamis, 3 Juni 2021 petang.

Karena merasa tak menggunakan dirinya pun berontak dan bersumpah di pura setempat.

“Saya sempat bersumpah di pura jika saya menyelewengkan uang tersebut akan kena marabahaya,” tegasnya.

“Setelah itu dia (Sunita) mengakui menggunakan uang tersebut dengan surat pernyataan. Itu juga sudah ditandatangani Ketua LPD, Sabha Desa, Ketua Tim Penyelamatan LPD dan saya sebagai Bendesa. Saya terakhir. Artinya semua sudah selesai,” katanya.

Baca Juga: KISRUH Dana LPD, Warga Serangan Mengadu ke Dewan Denpasar, Kelian Banjar Adat: Titiang Nunas Tulung

Baca Juga: Terkait Dugaan Penyelewengan Dana di Tubuh LPD Serangan, Warga Mengadu ke Kejati Bali

Ia menyebut, orang yang melaporkan dirinya memiliki kepentingan politis yang sifatnya balas dendam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved