Breaking News:

Berita Denpasar

Dua WNA Eropa Terjaring Operasi Yustisi Prokes di Denpasar, Sayoga: Sempat Adu Argumen

"Didenda 10 orang dan dibina 14 orang, 2 diantaranya WNA, kita jelaskan ke WNA terkait aturan ini, sempat ada sedikit adu argumen"

ist
WNA terjaring dalam giat operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan covid-19 di Kota Denpasar, pada Jumat 4 Juni 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 24 orang warga terjaring giat operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan yang digelar di seputaran kawasan Kota Denpasar, Bali, pada Jumat 4 Juni 2021, dua diantaranya merupakan warga negara asing asal Eropa.

Operasi yustisi prokes berskala mikro dilaksanakan oleh petugas gabungan ini menyasar seputaran Jalan Gunung Agung, Pemecutan Kaja Denpasar Utara. 

Dua WNA yang kebetulan melintas tak luput dari pengawasan petugas pasalnya tidak mengenakan masker dengan benar.

Hal ini disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga kepada Tribun Bali.

"Giat dilaksanakan di Jalan Gunung Agung Desa Pemecutan Kaja Denpasar Utara. Dalam giat ini tim telah menjaring 24 orang pelanggaran masker," ujar Dewa.

6 Warga Tembuku Bangli Terjaring Operasi Prokes, Dandim 1626/Bangli: Prokes Wajib Dijalankan

Sidak di Kelurahan Tonja Denpasar, 24 Pelanggar Prokes Terjaring dan 8 Orang Diantaranya Didenda

Dewa merinci, dari 24 orang yang terjaring operasi yustisi prokkes covid-19, 10 orang dikenakan sanksi denda Rp100 ribu dan 14 orang lainnya diberikan pembinaan.

"Didenda 10 orang dan dibina 14 orang, 2 diantaranya WNA, kita jelaskan ke WNA terkait aturan ini, sempat ada sedikit adu argumen, akan tetapi bule itu bisa mengerti dan mau mengenakan masker dengan benar," kata dia.

Giat penegakan hukum protokol kesehatan berlangsung secara stasioner dan mobile, yang mana dalam pelaksanaannya berdasarkan Pergub 46/2020 dan Perwali 48/2020 untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Bali, berlaku bagi siapapun baik warga Indonesia maupun warga negara asing.

"Secara rutinitas setiap giat gakkum tim dibagi secara stationer dan mobile, yustisi ini berlaku bagi semua yang ada di Kota Denpasar," bebernya. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved