Breaking News:

Berita Buleleng

Pemilik Ruko di Buleleng Berharap Tarif Pungutan Harian Turun Rp 5 Ribu

Nilainya diharapkan bisa sebesar Rp 5.000 per hari. Ini lantaran pemasukan mereka kian menurun akibat dampak pandemi Covid-19.

TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Sejumlah pemilik ruko di Pasar Banyuasri saat mengikuti rapat membahas keluhan mereka tentang tarif pungutan harian dan bulanan, di kantor DPRD Buleleng, Jumat 4 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.CON, SINGARAJA - Para pemilik ruko di Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng berharap agar tarif pungutan harian dan bulanan segera diturunkan dalam waktu dekat.

Nilainya diharapkan bisa sebesar Rp 5.000 per hari. Ini lantaran pemasukan mereka kian menurun akibat dampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan pemilik ruko, Gede Sugeng Darmawan saat mengikuti rapat membahas keluhan mereka soal tarif bersama Anggota Komisi II dan III DPRD Buleleng, Dinas PUTR Buleleng dan Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, Jumat siang 4 Juni 2021.

Baca juga: Ada Luka Robek di Dada dan Punggung Bayi yang Ditemukan di Buleleng

Baca juga: Presiden Perintahkan Pembelajaran Tatap Muka agar Dimulai, Pemkab Buleleng Tunggu Keputusan Gubernur

Dalam rapat tersebut, Sugeng mengatakan para pemilik ruko berharap agar tarif pungutan ini dapat diturunkanselama pandemi Covid-19.

Bila kondisi sudah normal, maka pemilik ruko bersedia untuk membayar pungutan seusai tarif yang ditetapkan sebelumnya, yakni Rp 20 ribu per hari, dan tarif pungutan bulanan Rp 400 ribu.

"Kami mohon diturunkan hanya selama pandemi, Rp 5.000 misalnya, masih terjangkau. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, Bupati selaku Kuasa Pemilik Aset berkenan menurunkan tarif pungutannya. Kalau situasi sudah kembali normal, pasar mulai ramai kami pasti ikut membantu daerah kami meningkatkan PAD-nya," kata Sugeng.

Sugeng berharap tarif dapat segera diturunkan. Dalam perjanjian bersama Perumda Pasar Argha Nayottama saat pengambilan Sertifikat Pemakaian Tempat Usaha, jika dalam satu bulan pihaknya tidak membayar pungutan harian, maka para pemilik toko akan dikenakan Surat Peringatan hingga pencabutan hak sewa.

Dirut Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng I Made Agus Yudi Arsana mengatakan, untuk menentukan tarif perlu kajian.

Sebelumnya, tim appraisal menetapkan jika tarif pungutan harian untuk ruko sebesar Rp 149 ribu, dan tarif bulanan Rp 3 juta.

Mengingat nilai tersebut sangat tinggi, pihaknya bersama bupati berkonsultasi dengan BPK, hingga akhirnya ditetapkan tarif pungutan harian Rp 20 ribu, dan bulanan Rp 400 ribu.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved