Breaking News:

Berita Buleleng

Pemilik Ruko di Buleleng Berharap Tarif Pungutan Harian Turun Rp 5 Ribu

Nilainya diharapkan bisa sebesar Rp 5.000 per hari. Ini lantaran pemasukan mereka kian menurun akibat dampak pandemi Covid-19.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: DionDBPutra
TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Sejumlah pemilik ruko di Pasar Banyuasri saat mengikuti rapat membahas keluhan mereka tentang tarif pungutan harian dan bulanan, di kantor DPRD Buleleng, Jumat 4 Juni 2021. 

"Sebenarnya tarif ini sudah sangat rendah. BPK juga menyatakan nilainya tidak boleh lebih rendah lagi. Kami tidak ingin ada persoalan terhadap regulasi, biar kami tidak salah," ucapnya.

Namun Agus Yudi mengaku akan segera berkonsultasi dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, selaku kuasa pemilik modal, apakah tarif ini dapat diturunkan sesuai keinginan para pemilik ruko atau tidak.

Agus Yudi juga menyebut, pihaknya sudah berencana membuat tempat hiburan untuk anak-anak di lantai dua demi meningkatkan pengunjung di Pasar Banyuasri.

"Untuk tempat hiburan itu, kami masih melakukan evaluasi dari segi pembiayaan. Kami tidak mau terburu-buru. Namun itu merupakan salah satu rencana kami untuk menarik perhatian pengunjung ke Pasar Banyuasri," tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Buleleng Gede Suradnya mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan permohonan para pemilik ruko ini dengan Bupati Buleleng.

Sebab para pemilik ruko tidak mampu membayar pungutan sesuai tarif lantaran terdampak pandemi Covid-19.

Selain itu, ia juga telah meminta Komisi III DPRD turun ke Pasar Banyuasri untuk melihat langsung kondisi para pedagang.

"Ini masalah kita bersama karena dampak dari pandemi. Namun para pemilik ruko harus mendapat perhatian. Kami berusaha agar tarif pungutan bisa dipertimbangkan oleh bupati untuk meringankan beban para pemilik ruko. Tentu nanti akan ada beberapa pembahasan lagi, tidak bisa ditentukan dalam waktu satu atau dua hari," katanya.

Terkait keluhan lain seperti kebocoran pada bagian atap, dan kebocoran berupa rembesan air pada dak lantai toilet atas serta kelengkapan pegangan tangga, dan kebersihan, kata Gede Suradnya sudah ditindaklanjuti oleh Dinas PUTR Buleleng serta Perumda Pasar Argha Nayottama.

Diberitakan sebelumnya, belasan pemilik ruko di Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng mendatangi kantor DPRD Buleleng, Rabu pagi 2 Juni 2021.

Mereka datang untuk mengeluhkan tarif pungutan harian dan bulanan yang dirasa terlalu mahal.

Mereka berharap para anggota dewan dapat memfasilitasi agar tarif tersebut dapat diturunkan.

Simak berita lain dari Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved