Breaking News:

Berita Bangli

Bangli Tak Punya Instruktur Pelatihan Kerja, Bantuan Alat Pelatihan dari Pusat Jadi Tak Bisa Didapat

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Nakertrans Bangli, Ni Luh Wardani, saat dikonfirmasi nihilnya instruktur tetap di BLK Bangli membenarkan hal tersebut

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Nakertrans Bangli, Ni Luh Wardani 

Menurutnya, jika pelatihan serupa bisa dianggarkan melalui APBD, maka jumlah peserta yang terakomodir akan semakin banyak.

Oleh sebab itu, Wardani mengaku sudah sempat menyampaikan secara lisan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bangli, untuk difasilitasi pada transformasi jabatan agar ada ASN esselon IV yang memilih jabatan sebagai instruktur.

Dengan adanya instruktur tetap khususnya dari golong ASN, anggaran pelatihanpun menjadi lebih efisien.

“Karena biaya instruktur sudah termasuk dengan gaji bulanan, sehingga tidak perlu menganggarkan biaya instruktur seperti saat memanfaatkan instruktur swasta.

Oleh karena itu, sangat diharapkan ASN untuk bisa memilih jabatan fungsional dengan beralih menjadi instruktur. Untuk upaya lebih lanjutnya, kami akan lakukan rapat koordinasi bersama BKD,” ucap dia.

Baca juga: 6 Warga Tembuku Bangli Terjaring Operasi Prokes, Dandim 1626/Bangli: Prokes Wajib Dijalankan

Mantan Kabag Ekonomi Setda Bangli itu menambahkan, apabila ada pegawai esselon IV yang beralih menjadi instruktur, maka pegawai yang bersangkutan akan dilatih terlebih dahulu.

 Pelatihan tersebut dibiayai oleh kemenaker yang dilakukan selama enam bulan di Bandung.

“Kalau menjadi instruktur, sudah pensiun pun masih boleh menjadi instruktur. Bahkan jika dari golongan ASN juga bisa menjadi asesor,” tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved