Breaking News:

Berita Gianyar

Cerita Para Pelukis Banjar Kutuh Gianyar, Pertahankan Style Young Artist di Tengah Krisis

Rata-rata mereka sudah menekuni gaya young artist selama 30an tahun. Adapun pelukis young artist pertama di Banjar Kutuh adalah I Made Lusuh.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Para seniman di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud di antara lukisan bergaya young artist, Minggu 6 Juni 2021 

Sebab untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka hasilkan dari pekerjaan lain, seperti menjadi guru, satpam dan sebagainya.

Namun bagaimana pun, kata dia, young artist pada masa jayanya, pernah membawa perekonomian mereka ke arah yang baik.

Karena itu, merekapun akan tetap setia untuk melestarikan dan menggaungkan kembali lukisan young artist supaya kembali jaya seperti dulu lagi.

"Kami tetap bertahan untuk melukis young artist. Meskipun kita sekarang tidak bisa hidup 100 persen dari lukisan ini, kami tetap pertahankan supaya young artist berjaya seperti dulu lagi," ujarnya.

Saat ini para pelukis ini bekerja sama dengan Pokdarwis Desa Sayan dalam mengembangkan desa wisata.

Dimana dalam paket wisata Desa Sayan yang disajikan, mereka menjadi satu paket dengan kegiatan yoga, warung tradisional Men Juel, objek melukat beji Penestanan, dan sebagainya. 

"Kalau ada yang ingin berwisata ke sini, wisatawan selain bisa belajar melukis young artist di sini, mereka juga bisa menikmati wisata lainnya. Mudah-mudahan saat situasi normal, banyak yang berwisata ke sini, dan penjualan lukisan young artist di Banjar Kutuh bisa kembali jaya seperti dulu lagi," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved