Breaking News:

Music Zone

Kacau, Painful By Kisses Bicarakan Keresahan dan Perasaan Tidak Aman lewat Single Terbaru

KACAU, Painful By Kisses Bicarakan Keresahan dan Perasaan Tidak Aman lewat Single Terbaru

Penulis: Putu Candra | Editor: Widyartha Suryawan
Painful By Kisses
Unit modern rock asal Denpasar, Painful By Kisses (PBK) kembali dengan single terbaru bertajuk "Kacau". 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah hampir empat tahun tak terlihat melahirkan karya, unit modern rock asal Denpasar, Painful By Kisses (PBK) kembali dengan "Kacau".

Single sekaligus video musik "Kacau" telah tayang perdana di sebuah aplikasi konser musik berbayar.

Namun band yang mengawali kariernya 1 Desember 2005 ini baru akan resmi merilis singlenya di pelbagai platform musik digital dan kanal YouTube.

Single "Kacau" sendiri menjadi pintu pembuka perjalanan PBK di tahun 2021.

"Sebenarnya tanggal 28 Mei 2021, kami merilis video klip (video musik) via Aplikasi Konserku. Single Kacau belum dirilis resmi dimanapun. Tapi akan kami rilis di semua platform musik digital, termasuk album-album lama PBK. Nanti klipnya juga akan tayang di YouTube," terang penggebuk drum PBK, Tribayu Usadha a.k.a Copz, Sabtu, 5 Mei 2021.

Single "Kacau" merupakan rangkuman keresahan atau ketidaknyamanan para personel PBK menyoroti situasi kekinian.

Keresahan yang tuangkan PBK ke dalam lagu ini mungkin juga dirasakan oleh orang kebanyakan. 

Baca juga: Band Metal Mom Called Killer Telurkan Single The Crow and The Serpent Crown, Empati di Era Pandemi

"Single ini mengambil tema tentang perasaan yang tidak nyaman terhadap situasi dunia dan Indonesia khususnya terkait pelbagai isu yang menuai pro kontra di masyarakat. Mulai dari pandemi Covid-19, konflik di beberapa wilayah, negara. Juga problematika lainnya yang setiap hari menghiasi lini masa media sosial dan televisi," jelas Copz. 

Pula, lagu ini dirasa mewakili suara arus bawah yang menyuarakan perlawanan terhadap tindakan atau merebaknya informasi dianggap menebar ketakutan.

"Stop tindakan atau berita-berita yang menebar ketakutan berlebih terhadap situasi yang kita alami saat ini, karena itu hanya akan menambah tingkat stress di setiap individu, menambah beban mental. Akumulasi puncaknya adalah situasi kacau," ucap Copz. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved