Breaking News:

Serba Serbi

Makna Canang Sebagai Ayaban Terkecil dalam Hindu Bali

canang merupakan salah satu persembahan yang ditujukan kepada sang pencipta, para leluhur, para dewa-dewi sebagai simbol rasa bakti dan rasa hormat

Istimewa
ilustrasi canang 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata, tempat tinggalnya para dewa tidak lepas dari berbagai upacara ritual dan upakara atau bebantenan.

Satu diantaranya adalah canang, sebagai sarana upakara paling sederhana di Bali.

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, menjelaskan canang merupakan salah satu persembahan yang ditujukan kepada sang pencipta, para leluhur, para dewa-dewi sebagai simbol rasa bakti dan rasa hormat kepada beliau.

"Canang sebenarnya adalah ayaban terkecil dari semua ayaban dalam persembahan umat Hindu di Bali. Karena sebenarnya ayaban itu bisa dikatagorikan sebagai ayaban paling kecil, kecil, sedang, menengah, besar dan paling besar," ujar beliau kepada Tribun Bali, Minggu 6 Juni 2021.

Baca juga: WIKI BALI - Mengenal Lebih Dekat Jenis-jenis Canang dan Fungsinya

Ayaban paling kecil, kata beliau, adalah canang sedangkan ayaban kecil adalah pejati (tumpeng siki).

Ayaban yang tergolong sedang adalah ayaban pras pengambian (ayaban tumpeng lima).

Ayaban tergolong  menengah adalah ayaban udel kurenan (ayaban tumpeng solas).

Yang termasuk ayaban besar adalah ayaban pulo gembal (ayaban tumpeng pelekutus), sedangkan ayaban paling besar adalah ayaban bebangkit (ayaban tumpeng telung dasa telu).

"Dari semua ayaban tersebut maka canang termasuk ayaban paling kecil," kata beliau.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved