Breaking News:

Berita Denpasar

Nyoman Parta Sebut UMKM di Bali Masih Banyak Menggunakan Manajemen Dagang Sate

Minggu 6 Juni 2021, bertempat di The Vasini Hotel, Denpasar, Bali, digelar Sosialisasi Integrasi Ultra Mikro

Tribun Bali/Putu Supartika
Sosialisasi Integrasi Ultra Mikro yang bertempat di The Vasini Hotel, Denpasar - Nyoman Parta Sebut UMKM di Bali Masih Banyak Menggunakan Manajemen Dagang Sate 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minggu 6 Juni 2021, bertempat di The Vasini Hotel, Denpasar, Bali, digelar Sosialisasi Integrasi Ultra Mikro.

Acara ini melibatkan para pelaku UMKM di Bali termasuk para difabel.

Salah satu peserta penyandang tuli bisu dari Bali Deaf Community, Yunda mengatakan, kelompoknya menciptakan produk berupa kaos.

Di mana lewat kaos ini ia mengenalkan bahasa isyarat tangan.

Baca juga: Tak Kenal Lelah, Bupati Gede Dana Perjuangkan UMKM Karangasem Mendapat Dana Stimulus

"Kami mengajak semua orang bisa mengerti bahasa kami dengan baju ini," kata Yunda.

Yunda mengatakan, komunitas ini berdiri 29 September 2013.

Anggotanya yakni penyandang tuli bisu yang berusia 13 hingga 30 tahun.

Anggota DPR RI, I Nyoman Parta yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini ada empat permasalahan yang sering dialami oleh UMKM khususnya di Bali.

Permasalah pertama mereka tak memiliki jaminan.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved