Berita Gianyar
Optimistis Pariwisata Akan Dibuka, Pengelola Air Terjun Tegenungan Gianyar Ketatkan Prokes
Optimistis pariwisata akan dibuka, Pengelola Obyek Wisata Air Terjun Tegenungan, Sukawati, Gianyar, Bali mempersiapkan protokol kesehatan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Optimistis pariwisata akan dibuka, Pengelola Obyek Wisata Air Terjun Tegenungan, Sukawati, Gianyar, Bali mempersiapkan protokol kesehatan untuk keamanan pengunjung di tengah pandemi Covid-19.
Ketika ditemui, Dewa Gede Oka, selaku Pengelola Air terjun Tegenungan Gianyar mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar gembira untuk dibukanya kembali pariwisata di Bali.
"Kami sangat menunggu dibukanya kembali pariwisata, khususnya di Bali karena direncanakan Mei waktu ini ternyata masih ditunda.
Baca juga: Desainer Athan Memaknai Hari Lingkungan Hidup, Gelar Fashion Show di Air Terjun Tegenungan Gianyar
"Semoga cepat dibuka karena kami juga akan menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata alam Air Terjun Tegenungan ini."
"Kita akan mengembangkan lagi potensi yang ada di waterfall seperti menambah beberapa fasilitas agar tidak itu-itu saja," ungkapnya Minggu 6 Juni 2021.
Memang pada kenyataannya bukan hanya usaha-usaha komersil yang terdampak pandemi Covid-19, namun semua sektor perekonomian, tak terkecuali objek wisata.
Dewa pun sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 ini.
Dan sudah hampir setahun pandemi berlalu, serta pihaknya selama enam bulan sudah menutup operasional objek wisata ini.
Baca juga: Kemenparekraf Gelar Bimtek Pengelolaan dan Penguatan Destinasi Desa Wisata Taro Gianyar
"Dan selama enam bulan tanpa ada tamu yang berkunjung, lalu berangsur pada September 2020 kita mulai membuka kembali Obyek Wisata Air Terjun Tegenungan ini dengan prokes dan sertifikat verifikasi dari Dinas Pariwisata."
"Setelah itu kita buka sedikit demi sedikit ada pengunjung dan dominan wisatawan lokal," tambahnya.
Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan mewajibkan pengunjung menggunakan masker dan hand sanitizer serta menyediakan wastafel untuk mencuci tangan para pengunjung.
Dewa juga mengatakan selama pandemi ini tidak ada batasan kunjungan wisatawan karena jumlahnya yang sudah menurun.
Baca juga: UPDATE - Kaget Mendengar Kabar Rumah Terbakar, Ngurah Oka Tancap Gas dari Gianyar ke Denpasar
"Kalau dulu perhari bisa 1000 orang pas weekend. Rata-rata pengunjung ketika pandemi sekarang kalau weekend 100 orang. Kalau hari biasa 50 orang, tapi mereka datangnya tidak sekaligus dengan jumlah segitu," imbuhnya.
Bagi yang ingin menikmati liburan di Air Terjun Tegenungan Gianyar ini, wisatawan lokal dikenakan tiket masuk Rp10 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-wisatawan-domestik-mengunjungi-air-terjun-tegenungan-gianyar.jpg)