Breaking News:

Berita Karangasem

Mengenal Tradisi Ayunan Jantra di Tenganan Pegringsingan Bali,Sebagai Simbol Poros Kehidupan Manusia

Klian 1 Tenganan  Pegeringsingan, I Putu Madri Atmaja, mengatakan, tradisi ayunan jantra digelar sore hari setelah gered pandan

Tribun Bali/Saiful Rohim
Ayunan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Senin (7/6/2021). Para daha dan teruna nampak mengunakan ayunan jantra. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Rangkaian Usaba Sambah di Desa Tenganan Pegeringsingan, Karangasem, Bali, telah dimulai.

Beberapa upacara dan tradisi sudah digelar. Diantaranya tradisi ayunan jantra yang dilakukan usai gered pandan yang merupakan acara puncak Usaba Sambah di Tenganan Pegringsingan.

Klian 1 Tenganan  Pegeringsingan, I Putu Madri Atmaja, mengatakan, tradisi ayunan jantra digelar sore hari setelah gered pandan.

Jumlahya 4 unit, dan dipasang di beberapa titik. Ayunan yang terbuat dari kayu cempaka terdiri dari delapan tempat duduk. Masing-masing dua di bagian atas, bawah, depan dan belakang.

Baca juga: Simbol Pemberian Efek Jera, Krama Tenganan Pegringsingan Karangasem Gelar Tradisi Maling-malingan

"Kayu untuk ayunan jantra dari pohon cempaka yang disucikan dengan ngayunan lokan. Sarananya berupa damar sentir sekitar 30 menit. Setelah diupacarai baru bisa digunakan untuk  daha (perempuan belum menikah)," ungkap Madri Atmaja, Senin  7 Juni 2021.

Tradisi ayunan jantra melibatkan daha & teruna (laki yang belum menikah).

Teruna tugasnya memutar ayunan sebanyak enam kali. Tiga kali diputar ke arah  utara, serta tiga kali ke selatan. Sedangkan para daha bertugas menaiki ayunan. Daha & teruna diharuskan memakai kain kas geringsing.

"Kain geringsing adalah pakaian kas Tenganan Pegringsingan. Harus dipakai saat menggelar upacara sakral di Tenganan Pegringsingan. Kain ini merupakan simbol  kas Desa Tenganan Pegringsingan. Kain ini sebagai  penolak bala," imbuh Madri.

Ditambahkan, tradisi ayunan jantra bermakna sebagai poros kehidupan umat manusia.

Kehidupan terus berputar seperti ayunan. Kadang kehidupan ada di atas, di bawah, di depan, serta di belakang, tergantung waktu.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved