Breaking News:

Berita Bali

MenkopUKM Teten Masduki Akan Bangun Ekosistem Bisnis Pangan Kakao Bali

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan roadshow di Bali untuk bertemu seluruh stakeholder ekonomi kreatif dua hari kedepan.

Humas Kementerian Koperasi dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Klungkung, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali/Bali Tourism Board, serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN) mengembangkan program strategis untuk mendongkrak peran UMKM di Bali.

Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang akan diperluas juga dengan stakeholder lainnya seperti pemerintah daerah, akademisi, komunitas kreatif dan kelompok usaha.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan roadshow di Bali untuk bertemu seluruh stakeholder ekonomi kreatif dua hari kedepan.

Lokasi pertama yang dikunjungi, hari ini Senin 7 Juni 2021 adalah sentra UKM berbasis kakao di Sanur yakni POD Bali Chocolate Factory & Outlet.

Baca juga: Miliki Aroma yang Khas, Biji Kakao Fermentasi asal Jembrana Bali Diekspor ke Berbagai Negara

Disini, MenkopUKM Teten Masduki selain berdiskusi dengan pemilik POD Bali Chocolate Factory & Outlet dan juga mencicipi produk minuman coklatnya.

"Tadi saya sudah mendapatkan penjelasan bagaimana POD ini dibangun dan dikembangkan dengan memproduksi coklat kualitas premium. Saya sangat terkesan karena tadi saya sudah coba minum hot coklatnya," ujar MenkopUKM Teten Masduki.

Dan dalam diskusi tadi juga berbicara bagaimana mengembangkan industri coklat ini dan pemerintah juga sedang mengembangkan ekosistem dari hulu ke hilir disektor pangan ini.

Ekosistem yang dimaksud yakni selain pembiayaan, kelembagaan di tingkat petani dan nanti barang kali nanti bisa kita support POD Bali Chocolate Factory & Outlet ini lewat Pemerintah Daerah  untuk kita dorong berkembang.

Dorongan tersebut untuk memperbesar market supaya produk kakao atau coklat di petani bisa diserap dan tidak di ekspor sebagai komoditi.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved