Breaking News:

Serba Serbi

Perbedaan Raga Sarira, Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira Dalam Kepercayaan Hindu Bali

Raga Sarira adalah badan kasar, yaitu wujud yang dapat dilihat terdiri dari unsur Panca Maha Bhuta yaitu Pertiwi atau unsur tanah. Atau bagian-bagian

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
ilustrasi - Perbedaan Raga Sarira, Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira Dalam Kepercayaan Hindu Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam Hindu Bali dikenal istilah Raga Sarira, Suksma Sarira, Antahkarana Sarira.

Raga Sarira adalah badan kasar, yaitu wujud yang dapat dilihat terdiri dari unsur Panca Maha Bhuta yaitu Pertiwi atau unsur tanah. Atau bagian-bagian badan yang padat.

Apah, unsur zat cair atau bagian cair seperti darah dan kelenjar.

Teja atau unsur api, yaitu suhu atau panas badan.

Baca juga: Makna Canang Sebagai Ayaban Terkecil dalam Hindu Bali

Bayu adalah unsur angin, yakni berupa nafas.

Akasa adalah unsur ether, yaitu unsur badan yang terhalus yang menjadi rambut dan kuku.

Kemudian Suksma Sarira, adalah badan astral, atau badan halus yang terdiri dari alam pikiran (Citta), perasaan (manah), keinginan (indriya) dan nafsu (Ahamkara).

Kemudian ada Antahkarana Sarira, adalah yang menyebabkan hidup atau yang disebut Sanghyang Atma.

"Ketika manusia meninggal, maka yang terjadi adalah perpisahan antara Raga Sarira dengan Suksma Sarira dan Antahkarana Sarira," jelas Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, Senin 7 Juni 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved