Breaking News:

Berita Denpasar

Ubah Image SMP Swasta yang Selalu Jadi Pilihan Kedua, Berikut Gebrakan SMP PGRI 8 Denpasar

Selama ini SMP Swasta selalu dianggap sebagai sekolah pilihan kedua setelah SMP Negeri. Orangtua banyak yang ingin anaknya bersekolah di negeri

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi PPDB jalur zonasi - Ubah Image SMP Swasta yang Selalu Jadi Pilihan Kedua, Berikut Gebrakan SMP PGRI 8 Denpasar 

“Kami tidak menggunakan LCD, namun pakai TV. Karena sekarang jamannya smartphone dan smart TV, sehingga mode pembelajaran kami audio visual,” katanya.

Sementara itu, selama pembelajaran daring ini, pihaknya hanya menggunakan WhatsApp, tanpa menggunakan zoom maupun google meet.

Baginya menggunakan zoom maupun google meet tidak efektif bagi siswa yang memiliki permasalahan jaringan.

Meskipun dengan WhatsApp, pembelajaran berlangsung efektif karena setiap guru wajib membuat video pembelajaran sendiri.

Guru tak boleh mengambil video dari Youtube dan sekolah memiliki tim verifikator untuk setiap video yang dibuat oleh guru.

“Kami punya SOP pembuatan videonya, apakah sudah layak untuk siswa. Video harus update, misalnya sekarang lagi trend Bulan Sutena, maka video dilengkapi clip Bulan Sutena, juga dilengkapi animasi untuk menjelaskan materi,” katanya.

Untuk membuat hal tersebut bisa terwujud, pihaknya mengaku telah memulai sejak perekrutan guru, di mana guru yang masuk ke sana harus benar-benar berkualitas.

Calon guru akan menjalani serangkaian tes secara maraton, dan penilaian tak hanya dilakukan oleh Kepala Sekolah, namun juga oleh perwakilan 20 orang siswa.

“Karena guru itu akan mengajar siswa, maka siswalah yang menilai. Sehingga guru itu akan menjadi idola siswa,” katanya.

Baginya, ini adalah usaha yang dilakukan untuk mengubah image sekolah swasta yang hanya menjadi pilihan kedua.

“Tahun ini kami ingin membuat gebrakan yang lebih baik dari SMP negeri. Saya ingin SMP Swasta sama seperti SD swasta yang tutup duluan karena sudah banyak mendapat siswa. Saya ingin perlahan juga seperti itu,” katanya.

Dengan semua fasilitas yang disediakan sekolah, pihaknya ingin siswa mendapat feed back yang sesuai bahkan lebih dari yang biaya yang dikeluarkan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved