Breaking News:

Dukung Ketahanan Pangan, BI Bali dan Jember Lakukan Kerja Sama Antar Daerah

Pemerintah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melaksanakan penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU

Istimewa
Pada Minggu 6 Januari 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melaksanakan penandatanganan kesepakatan kerjasama atau MoU perdagangan komoditas pangan antar kedua daerah tersebut yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian-UMKM Agribisnis, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melaksanakan penandatanganan kesepakatan kerja sama atau MoU perdagangan komoditas pangan antar kedua daerah tersebut yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian-UMKM Agribisnis, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu 6 Januari 2021 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli diwakili oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diwakili oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Inisiasi penandatanganan MoU Kerjasama Antar Daerah ini merupakan tindak lanjut salah satu rekomendasi dari High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Bangli pada tanggal 4 Maret 2021. 

Baca juga: Bank Indonesia Puji Strategi Banyuwangi Pulihkan Ekonomi UMKM

Kegiatan penandatanganan MoU kerjasama antar daerah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Bangli tersebut dirangkaikan dengan Hari Belanja di Pasar dan UMKM serta Launching Inovasi Jagoan Banyuwangi.

Penandatangan juga disaksikan oleh Organisasi Perangkat Desa (OPD) Kabupaten Banyuwangi, OPD Kabupaten Bangli, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Jember serta beberapa undangan lain yang hadir pada acara tersebut. 

Kerja sama yang dijalin tersebut mencakup kegiatan perdagangan antara lain meliputi produk-produk pertanian dan peternakan.

"Bangli surplus telur dengan produksi mencapai 35.000 ton/tahun sedangkan kebutuhan konsumsinya hanya 15.000 ton/tahun sehingga Bangli mengalami surplus telur sebanyak 20.000 ton/tahun," kata Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar dalam sambutannya. 

Baca juga: Tahun 2020 Bank BPD Bali Berhasil Catatkan Laba  Rp521,8 M dengan Pembagian Dividen Rp469,6 M

Menurutnya, di samping telur, Bangli juga terkenal dengan produksi bawang dan juga sayuran yang bisa dijual ke pasar di Banyuwangi.

Dirinya juga menyebut bahwa perdagangan bahan makanan ini diharapkan dapat menstabilkan harga.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved