Breaking News:

Berita Bali

Mei 2021 Indeks NTP Provinsi Bali Sebesar 91,93 Atau Turun 0,20 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya

Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali bulan Mei 2021 tercatat 91,93 atau turun 0,20 persen dibandingkan bulan April 2021 yang tercatat 92,12. 

Istimewa
Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya dalam acara live Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Bali, Rabu 2 Juni 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali bulan Mei 2021 tercatat 91,93 atau turun 0,20 persen dibandingkan bulan April 2021 yang tercatat 92,12. 

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya, indeks yang diterima petani (It) tercatat turun sedalam 0,65 persen, lebih dalam dibandingkan penurunan indeks yang dibayar petani (Ib), yang turun sedalam 0,45 persen. 

“Penurunan indeks NTP pada bulan Mei 2021 tercatat pada hampir semua subsector kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik setinggi 2,36 persen,” kata Hanif Yahya. 

Menurutnya, subsektor yang turun paling dalam, yaitu subsektor hortikultura sebesar 2,47 persen, disusul subsektor perikanan sebesar -0,76 persen, subsektor tanaman pangan sebesar -0,52 persen dan subsektor peternakan sebesar -0,39 persen. 

Hanif Yahya menilai bahwa indeks Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Bali bulan Mei 2021 turun sedalam 0,97 persen dari 93,02 pada bulan sebelumnya menjadi 92,12. 

Bulan Februari 2021 Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali Turun 0,67 Persen

Februari 2021, Indeks NTP Provinsi Bali Tercatat 92,46, Turun 0,67 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya

“Dilihat dari subsektornya, Indeks NTUP pada bulan Mei 2021 tercatat menurun pada hampir semua subsektor kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat yang tercatat naik setinggi 1,69 persen. Penurunan NTUP terdalam tercatat pada subsektor hortikultura sebesar 3,31 persen, disusul subsektor peternakan sebesar -1,25 persen serta subsektor tanaman pangan dan subsektor perikanan yang sama - sama turun sedalam 1,24 persen,” kata Hanif Yahya pada Senin 7 Juni 2021. 

Dirinya mengatakan bahwa pada bulan Mei 2021, Provinsi Bali tercatat deflasi perdesaan sebesar 0,82 persen. 

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan catatan inflasi perdesaan secara nasional yang tercatat inflasi sebesar 0,22 persen. 

“Inflasi paling tinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 1,15 persen dan terendah di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,003 persen. Sementara itu, deflasi terdalam tercatat di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 0,86 persen dan terdangkal tercatat di Provinsi Bengkulu sebesar 0,01 persen,” jelasnya. (*) 

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved