Breaking News:

Sponsored Content

Pemkab Klungkung Terapkan ”SIADA”, Surat Menyurat dengan Sistem Elektronik di Desa dan Kelurahan

Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, mulai menerapkan surat menyurat dan tanda tangan secara elektronik di desa da

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pengenalan sistem " SIADA" dilakukan melalui sosialisasi kepada perangkat desa dan kelurahan di Klungkung, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, mulai menerapkan surat menyurat dan tanda tangan secara elektronik di desa dan kelurahan se-Kabupaten Klungkung.

Penerapan surat menyurat secara digital tersebut diberi nama “SIADA” , yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Agenda, Disposisi dan Arsipkan, serta penerapan tanda tangan secara elektronik.  

Pengenalan sistem " SIADA" dilakukan  melalui sosialisasi kepada perangkat desa dan kelurahan, yang berlangsung secara maraton dimulai dari Kecamatan Klungkung, Dawan, Banjarangkan dan Nusa penida, dari tanggal 2-7 Juni 2021 di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung. 

Baca juga: Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Klungkung, Upaya Restorasi Lingkungan Harus Terus Dilakukan

Kepala Dinas Kominfo Klungkung I Wayan Parna menjelaskan,  penerapan SIADA  merupakan implementasi dari ide Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk mengikuti pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di era digital.

Perkembangan teknologi dan informasi, telah merambah berbagai bidang pemerintahan, termasuk surat menyurat, yang merupakan dapur dari organisasi pemerintahan. 

" Surat elektronik Pemerintah Kabupaten Klungkung SIADA telah terintegrasi dengan tanda tangan elektronik, Balai Sertifikasi Elektronik (BsrE) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," ungkap Wayah Parna. 

Baca juga: Tingkat Konsumsi Ikan di Bali Rendah, Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan Dilaksanakan di Klungkung

Menurut I Wayan Parna, ada beberapa alasan kenapa diterapkan e-surat SIADA ini, antara lain  memudahkan pengarsipan surat, sehingga tidak perlu khawatir risiko kehilangan dan kerusakan dokumen surat, akibat dari menumpuknya dokumen surat atau kejadian di luar dugaan di kantor.

Semua surat dapat diarsipkan secara elektronik. 

Selain itu kantor juga lebih tertata rapi dengan adanya Sistem Persuratan Elektronik (e-surat).

Menghemat anggaran, sistem elektronik pada e-surat dapat menghemat kertas untuk menyalin disposisi dan mencetak surat.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved