Breaking News:

Berita Bali

Penderita DBD di Provinsi Bali Pada Tahun 2021 Capai Angka 1.803 Orang dan 3 Orang Meninggal

Tahun 2021 sejak Bulan Januari hingga Mei, jumlah penderita DBD di Provinsi Bali sebanyak 1.803 orang dan meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
pixabay.com
Ilustrasi - Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selain Covid-19, masyarakat juga harus berhati-hati ketika memasuki musim penghujan dengan penyakit endemik seperti Demam Berdarah Dengue atau yang biasa kita sebut dengan DBD.

Selain belum ada obatnya, DBD juga bisa saja merenggut nyawa seseorang. 

Menurut data DBD Provinsi Bali pada Tahun 2021 yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sejak Bulan Januari hingga Mei, jumlah penderita DBD di Provinsi Bali sebanyak 1.803 orang dan meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Dan jumlah penderita DBD terbanyak ada pada Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar.

Berikut rincian data penderita DBD di Provinsi Bali pada Tahun 2021 dari seluruh Kabupaten atau Kota. Tertinggi berada pada Kabupaten Buleleng dengan total penderita DBD sebanyak 718 orang dari 664.000 penduduk, disusul dengan Kota Denpasar sebanyak 364 orang dari 962.900 penduduk, lalu Karangasem 251 orang dari 418.500 penduduk, Badung 182 orang dari 683.200 penduduk, Klungkung 123 orang dari 180.713 penduduk, Jembrana 68 orang dari 276.588 penduduk, Gianyar 58 orang dari 514.700 penduduk, Bangli 35 orang dari 226.161 penduduk dan Tabanan 4 orang dari 448.000 penduduk.

Empat Ciri-ciri Bintik Merah Demam Berdarah (DBD)

Musim Hujan Rawan DBD, Masyarakat Denpasar Diimbau Lakukan PSN Dengan 3 M Plus Mandiri

Kasus DBD di Tabanan Meningkat Hampir 100 Persen pada 2020, Masyarakat Diminta Tingkatkan PSN

Adapun rincian jumlah pasien DBD yang meninggal yakni sejumlah tiga orang yang berasal dari Kota dan Kabupaten Buleleng 2 orang dan Kota Denpasar 1 orang. 

Suarjaya pun juga mengatakan mengapa kedua wilayah tersebut yakni Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar selalu tinggi kasus DBD nya.

Menurutnya hal tersebut dikarenakan banyak dan padatnya jumlah penduduk di wilayah tersebut.

Maka dari itu ia juga mengatakan agar masyarakat selalu menerapkan 3M (menutup, mengubur dan menguras)

"Penduduk banyak dan padat. Maka dari itu masyarakat harus tetap terapkan 3 M," ungkapnya pada, Rabu (8 Juni 2021). 

Menurutnya yang terpenting untuk mencegah DBD selain 3M juga pada dilakukannya kegiatan penyemprotan fogging serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

"Kuncinya 3 M. Yg lain spt fogging, PHBS," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved