Breaking News:

Berita Bangli

Security Villa Diciduk Polisi di Bangli, Simpan Narkoba di Tempat Kacamata

Penangkapan pria 30 tahun itu berdasarkan informasi masyarakat bahwa di wilayah Banjar Kawan, diduga kerap terjadi transaksi narkoba.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
ist
Budi Kertia saat menunjukkan barang bukti di Polres Bangli. Rabu (9/6) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang security sebuah villa di Kabupaten Badung diciduk anggota Satres Narkoba Polres Bangli.

Pria bertubuh gempal itu diamankan lantaran diketahui menyimpan narkoba jenis sabu.

Informasi yang dihimpun, security bernama Ketut Budi Kertia itu diamankan pada hari Minggu 6 Juni 2021.

Penangkapan pria 30 tahun itu berdasarkan informasi masyarakat bahwa di wilayah Banjar Kawan, diduga kerap terjadi transaksi narkoba.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Hingga pada pukul 21.55 wita, Budi Kertia diamankan saat berhenti di pinggir jalan Tirta Pegat, Banjar Kawan, Bangli.

Satu Pengedar Sabu Tewas, Dua Berhasil Ditangkap, Barang Bukti 89 Kg Sabu-sabu

Cucu Raja Jadi Pecandu Narkoba, Ditangkap Saat Pesta Sabu-sabu di Badung Bali

Kasat Narkoba Polres Bangli, AKP I Nyoman Sudarma saat dikonfirmasi Rabu 9 Juni 2021 membenarkan adanya penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut.

Ia menjelaskan, tim opsnal sempat melakukan penggeledahan terhadap Budi Kertia dan saat itu ditemukan sebuah plastik klip bening diduga narkotika jenis shabu.

"Beratnya 0,40 bruto. Sabu tersebut disimpan didalam tempat kacamata, yang ada di tas selempang warna coklat milik pelaku," ujarnya.

Setelah diinterogasi, lanjut AKP Sudarma, tersangka tidak memiliki izin dari pihak berwenang.

Ia juga membenarkan barang tersebut adalah narkotika jenis shabu.

Kepada polisi, Budi Kertia mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang berada di lapas Kerobokan. 

"Kami sudah mengantongi identitasnya. Yang bersangkutan berinisial K, dan merupakan seorang napi. Pelaku memperoleh narkoba dengan cara membeli, kemudian barang tersebut ditemprl di seputaran jalan Gatot Subroto, Denpasar," jelasnya.

AKP Sudarma menambahkan, tersangka belum pernah dihukum sebelumnya.

Atas perbuatannya kini, ia disangkakan Pasal 112 atau 115 UU no. 35 tahun 2019 dengan acaman hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun penjara. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved