Breaking News:

Setahun Lebih Pandemi Covid-19 di Bali, Jumlah Pasien Meninggal Capai 1.514 Jiwa

Sementara untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat.

Pixabay
Update Corona di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setahun lebih diterpa Pandemi Covid-19, data pasien positif, kesembuhan serta meninggal dunia alami peningkatan khususnya di Provinsi Bali.

Seperti data terlampir pada, Selasa 8 Juni 2021 dari Pemerintah Provinsi Bali yang menyebutkan bahwa, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 mencapai 47.544 dengan rincian 47.376 WNI dan 168 WNA sehingga total positif perhari itu adalah 36 orang.

Sementara untuk pasien Covid-19 yang sembuh juga alami peningkatan yakni, jumlah kumulatif nya 45.575 dengan rincian 45.418 WNI dan 157 WNA dan pasien positif Covid-19 yang telah sembuh sebanyak 40 orang.

Namun, saat ini pasien Covid-19 yang meninggal angka kumulatif nya sudah capai 1.514 orang.

Rincian pasien Covid-19 yang meninggal yakni sebanyak 1.508 WNI dan 6 WNA.

Jika diurutkan, pasien Covid-19 yang meninggal paling tertinggi yakni pada, Kota Denpasar sebanyak 349 orang, dilanjutkan pada Kabupaten Badung sebanyak 253 orang, lalu Kabupaten Tabanan 197 orang, Buleleng 171 orang, Gianyar 139 orang, Bangli 117 orang, Karangasem 113 orang, Klungkung 79 orang, Jembrana 78 orang, serta terdapat pasien yang berasal dari daerah lain 12 dan WNA 6 orang.

Sementara untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat.

Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.450.932 orang dan vaksin 2 sebanyak 672.710 orang.

Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.930.260 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 806.618 dosis.

Dan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran atau rumah makan atau warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50 persen dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga melakukan antisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran.

Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved