Breaking News:

Berita Tabanan

Terdakwa Kasus Persetubuhan Anak di Panti Asuhan Tabanan, Pelaku Divonis 13 Tahun Penjara

Terdakwa kasus persetubuhan anak di bawah umur di Tabanan, Reimal Sipahelut akhirnya menerima vonis 13 tahun penjara dengan denda Rp500 Juta.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi pencabulan pada anak di bawah umur. 

Namun, sesuai dengan keputusan MA yang diterima JPU pada Kamis 3 Juni 2021 lalu, telah menyatakan menolak permohonan kasasi dari terdakwa Reimal Sipahelut.

Putusan dari kasasi tersebut kepada Terdakwa menjadi Pidana Penjara selama 13 (tiga belas) tahun dan Pidana Denda sebesar Rp500 Juta dengan ketentuan apabila Pidana Denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan Pidana Kurungan selama 5 bulan.   

“Awalnya dari tuntutan JPU sebelumnya, terdakwa dituntut 13 tahun denda Rp 200 juta dan hakim PN juga memutuskan yang sama sesuai tuntutan kami,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu 9 Juni 2021.

Dewa Putra melanjutkan, selanjutnya pihak terdakwa melakukan upaya hukum banding dan diterima.

Kemudian, putusan banding dari Pengadilan Tinggi Denpasar menurunkan hukuman menjadi 10 tahun tahun dan pidana dengan conform.

Terkait Tindak Pidana Pencabulan, I Wayan M yang Mengklaim Diri Sulinggih Dituntut 6 Tahun Penjara

“Kemudian, atas putusan upaya hakim tersebut kami menyatakan upaya hukum kasasi yang putusan kasasi adalah pidana penjara 13 tahun dan pidana denda dinaikkan Rp500 juta. Bila tidak bisa membayar denda, subsider hukuman kurungan selama 5 bulan,” jelasnya.

Dia menegaskan, terhadap Putusan Mahkamah Agung R.I. tersebut, Jaksa Penuntut Umum  pada hari Senin 7 Juni 2021 kemarin telah melakukan Eksekusi terhadap Terdakwa Reimal Sipahelut.

“Sudah dieksekusi Senin kemarin,” tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved