Breaking News:

Berita Bali

Usung Tema Lingkungan, PKB XLIII Bakal Libatkan 10 Ribu Seniman Bali

Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII kali ini mengambil tema Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi.

Tribun Bali
Suasana konferensi pers PKB XLIII di Disbud Bali, Denpasar, Rabu 9 Juni 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha mengatakan bahwa Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII kali ini mengambil tema Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi.

Tema itu sendiri memiliki arti jiwa paripurna napas pohon kehidupan yang memiliki makna yang sangat dalam antara hubungan manusia dengan alam.

“Memuliakan pohon/ hutan sebagai simfoni harmoni semesta raya menuju kesejahteraan hidup dengan jiwa yang mahasempurna,” ujar dia dalam dalam konferensi persnya di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu 9 Juni 2021.

Ia menyebut bahwa konsep adiluhung dalam tema PKB XLIII Tahun 2021 akan menjadi pemantik kreativitas berbasis tradisi dan memotivasi generasi Bali masa kini untuk selalu mencintai kebudayaan leluhur, membangun karakter, jati diri dan kesejahteraan.

Duta Kota Denpasar Tampil Apik Pada Lomba Bapang Barong di PKB XLIII

Bawakan Karya Tabuh Menur Tiga Sakti, Baleganjur Duta Denpasar di PKB XLIII Tampil Apik dan Memukau

Tujuh puluh tiga mata acara akan dihadirkan selama penyelenggaraan PKB, melibatkan 10.000 seniman dari komunitas dan sekaa unggulan seluruh kabupaten/kota se-Bali, termasuk delegasi luar negeri.

Agenda terdiri dari 43 jenis Rekasadana (Pergelaran); 3 jenis Utsawa (Parade); 13 Wimbakara (Lomba); 2 Kandarupa (Pameran); 6 kegiatan Kriyaloka (Lokakarya); dan 6 topik Widyatula (Sarasehan).

“Khusus untuk program Widyatula atau sarasehan, berbeda dengan penyelengaraan PKB tahun-tahun sebelumnya yang hanya diadakan satu kali, untuk tahun 2021 diselenggarakan enam kali sarasehan. Semua tajuk mempresentasikan tema utama PKB ke-43 mengenai upaya menjaga dan merawat lingkungan atau environment agar sustainable atau berkelanjutan,” ungkap dia.

Agenda Widyatula (sarasehan) ini menghadirkan narasumber-narasumber mumpuni di bidangnya dari Bali dan luar Bali. Semisal Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, MA, Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Didik Nini Thowok, Dr. Tisna Sanjaya S.Sn, MA, Nyoman Erawan, Popo Danes, Yori Antar, Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn., M.Si, Eddy Hasby, Hasan Aspahani, dan lain-lain.

Adapun Bali Kandarupa 2021 merupakan pameran kolosal pertama seni rupa klasik, tradisi, berikut capaian turunannya, dalam sejarah PKB.

Meneguhkan tema PKB XLIII Tahun 2021, pameran Bali Kandarupa (Imaji, Memori, dan Tradisi) mengusung tajuk “Wana Jnana” dengan sub bahasan Wanda, Rimba, dan Spiritualitas.

Bali Kandarupa diselenggarakan di tiga lokasi terpilih, Museum Puri Lukisan, Museum ARMA, dan Gedung Kriya Werdhi Budaya Bali, menghadirkan 113 karya-karya perupa Bali lintas generasi, dari ragam dua dimensi (seni lukis) hingga tiga dimensi (topeng dan patung), merangkum berbagai gaya atau stilistik klasik dan tradisi Bali: Kamasan, Batuan, Ubud, Padangtegal, Pengosekan, Keliki, Nagasepaha, Mas, Nyuh Kuning, Kerambitan, Buleleng, dan sebagainya.

GKW Sida Gita Karya Duta Kota Denpasar Unjuk Kebolehan di PKB XLIII, Bawakan Tabuh Kreasi Labuh Tiga

Sebagaimana pelaksanaan PKB tahun-tahun sebelumnya, kali ini tetap dihadirkan pula parade Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Anak-anak, dan Gong Kebyar Wanita.

Tidak ketinggalan Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-anak, Baleganjur Remaja, Taman Penasar, Tari Barong Ket, Desain dan Peragaan Busana, Pidarta Basa Bali, Lukis Wayang Klasik, Menulis Artikel/Opini, Karya Tulis Berita Kisah, Lomba Foto, dan lain-lain. 

Penulis: Ragil Armando
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved