Breaking News:

Berita Denpasar

40 Pelanggar Masker Terjaring di Pemecutan Kelod Denpasar, Sejam Terkumpul Uang Denda Rp 2,2 Juta

Denda ini bukan untuk mencari uang dari masyarakat, tapi untuk mendisiplinkan warga dan upaya pencegahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Satpol PP Denpasar
Sidak masker di Pemecutan Kelod 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kamis, 10 Juni 2021 tim yustisi Kota Denpasar menggelar sidak masker di traffic light Jalan Imam Bonjol - Jalan Gunung Soputan, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar.

Dalam sidak ini, petugas panen pelanggar masker.

Dimana terjaring sebanyak 40 orang pelanggar hanya dalam waktu satu jam.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang dikenai denda karena tak menggunakan masker.

Baca juga: Gusde Sidarta Sebut Kawasan Sanur Denpasar Siap Menjadi Pilot Project Program Work From Sanur

Oleh karenanya, dalam satu jam tersebut dikantongi sebanyak Rp 2,2 juta dari denda masker.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan penerapan denda ini menyusul diterapkannya sanksi Peraturan Gubernur Nomor 46 dan Peraturan Walikota Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Denda ini bukan untuk mencari uang dari masyarakat, tapi untuk mendisiplinkan warga dan upaya pencegahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar,” katanya.

Sementara itu, 18 pelanggar lainnya dikenai sanksi administrasi.

Ada yang diminta push up dan ada juga yang diminta menghafalkan Pancasila maupun menyanyi lagu kebangsaan.

Sayoga menekankan, Masyarakat yang masih kedapatan melanggar ini memiliki berbagai alasan.

“Mulai dari lupa membawa masker, bosan pakai masker karena sesak, bahkan ada yang mengaku virus sudah tidak ada lagi,” kata Sayoga.

Hingga saat ini pihaknya mengaku terus melakukan sidak ke beberapa tempat umum dan fasilitas umum.

Juga menyasar daerah dengan kasus penularan Covid-19 yang tinggi.

“Sidak masker ini tidak menghukum masyarakat, namun mengajak semua disiplin dan mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Baca juga: Laka Lantas di Simpang Jalan Gatsu-Nangka Denpasar, Seorang Remaja Terkapar dan Alami Luka-Luka

Sayoga menambahkan, demi kebaikan bersama seharusnya tak ada yang keberatan dengan aturan ini.

Dan jika tak ingin didenda maka harus mengikuti aturan yang ada.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” katanya.

Dalam upaya pencegahan Covid-19, Sayoga mengaku berkewajiban melakukan  pembinaan, sosialisasi dan edukatif untuk dapat menggugah atau mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih/sehat.

Jika hal ini tidak ditaati tentu diambil langkah tegas.

Dengan demikian maka semua masyarakat semakin sadar dan mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut Sayoga  mengatakan pencegahan penularan Covid-19 dibutuhkan  partisipasi atau kesadaran masyarakat.

Dengan adanya partisipasi masyarakat maka pelanggaran tidak akan ada lagi, sehingga pencegahan penularan Covid-19 segera bisa diatasi. (*)

Artikel lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved