Berita Jembrana

Bulan Bung Karno, Lomba Paduan Suara SMP dan SMA di Jembrana Bangkitkan Nasionalisme

Bulan Juni merupakan hari kelahiran almarhum Sang Proklamator Presiden Soekarno.

Istimewa
Lomba Paduan Suara di Auditorium Gedung Ir Soekarno, Rabu 9 Juni 2021 - Bulan Bung Karno, Lomba Paduan Suara SMP dan SMA di Jembrana Bangkitkan Nasionalisme 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bulan Juni merupakan hari kelahiran almarhum Sang Proklamator Presiden Soekarno.

Dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan selama bulan Juni, Badan Kesbangpol Jembrana menyelenggarakan lomba paduan suara bagi siswa siswi SMP dan SMA se-Kabupaten Jembrana.

Lomba paduan suara tersebut diadakan pada hari Rabu 9 Juni 2021 dan Kamis 10 Juni 2021, di Gedung Auditorium Pemkab Jembrana, di Jalan Mayor Sugianyar, Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Bali.

Kepala Badan Kesbangpol Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan, bulan Juni merupakan Bulan Bung Karno, ada hari kelahiran Pancasila dan lahirnya Bapak Bangsa Indonesia itu.

Baca juga: Mata Kiri Bocah 5 Tahun di Jembrana Digigit Dan Dicakar Anjing Rabies

Sebagai generasi muda, maka sikap dan harapan beliau, tentang nasionalisme harus dirawat dan dijaga.

Maka dari itu, diadakan lomba paduan suara ini juga untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Untuk itulah kenapa kami mengadakan lomba yang bernuansa lagu kebangsaan” ucapnya.

Selain untuk membangkitkan nasionalisme, Eko mengatakan, lomba ini juga untuk membangkitkan wawasan kebangsaan bagi siswa siswi SMP dan SMA.

Di tengah era keterbukaan informasi seperti ini dimana banyak informasi yang baik maupun yang buruk, perlu kiranya Badan Kesbangpol untuk mengingatkan dan membangkitkan lagi nasionalisme dan wawasan kebangsaan.

“Terutama memang bagi generasi muda. Supaya mereka tidak lupa akar bangsa ini,” imbuhnya.

Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Jembrana, I Ketut Sutama, secara teknis menjelaskan paduan suara tersebut diikuti oleh 20 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 10 penyanyi dan satu derigen.

Tiap kelompok diwajibkan menyanyikan lagu wajib yang berjudul Pantang Mundur ciptaan Titiek Puspa dan satu lagu pilihan antara lain lagu Pada Pahlawan ciptaan C.

Simanjuntak dan Usmar Ismail serta lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki.

Lomba akan dinilai oleh tiga dewan juri antara lain I Made Sudarma (budayawan), Agung Indriana (seniman), DS Putra (budayawan).

Baca juga: Bupati Banyuwangi Kenalkan Sosok Bung Karno ke Pelajar SD Lewat Kuliner

Adapun yang menjadi penilaian antara lain keutuhan dan kesatuan nada, power, dinamika, harmonis, pemenggalan kata, tempo, etika, estetika.

“Lomba ini berhadiah uang pembinaan dan piagam untuk juara satu hingga harapan tiga,” pungkasnya. (*).

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved