Breaking News:

Kemarin Bali Diguncang 6 Kali Gempabumi Kecil, BMKG : Didominasi Aktivitas Sesar di Laut

Pihak BMKG Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa gempa-gempa kecil memang sering terjadi di Bali.

Pixabay
Ilustrasi gempa bumi. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dalam kurun waktu 24 jam kemarin, tercatat gempabumi mengguncang Provinsi Bali sebanyak 6 kali.

Data tersebut didapat dari laporan Pusat Gempa Regional (PGR) BMKG Wilayah III Denpasar.

Gempabumi pertama dengan magnitudo 2,9 terjadi pukul 13.41 WITA berlokasi di 9.29 LS, 114.02 BT (122 km BaratDaya Jembrana-Bali).

Selanjutnya diguncang kembali gempa magnitudo 2,7 pukul 16.06 WITA di 9.30 LS, 114.04 BT (122 km BaratDaya Jembrana-Bali) kedalaman 12 Km.

Ketiga magnitudo 2,3 pukul 17.03 WITA dengan lokasi berpusat di 7.91 LS, 114.70 BT (49 km BaratLaut Buleleng-Bali) kedalaman 10 Km.

Lalu terjadi kembali gempa magnitudo 2,8 pukul 17.35 WITA di 9.47 LS, 114.05 BT (138 km BaratDaya Jembrana-Bali) kedalaman 10 Km.

Kemudian magnitudo 2,8 pukul 19.12 WITA berlokasi 9.44 LS, 114.12 BT (132 km BaratDaya Jembrana-Bali) kedalaman 10 Km.

Terakhir kembali gempabumi keenam mengguncang Bali magnitudo 2,5 pada pukul 19.16 WITA berpusat di 9.44 LS, 114.08 BT (134 km BaratDaya Jembrana-Bali) kedalaman 10 Km.

Dikonfirmasi mengenai perihal terjadinya gempabumi di Bali hingga 6 kali, pihak BMKG Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa gempa-gempa kecil memang sering terjadi di Bali.

"Gempabumi-gempabumi kecil memang sering terjadi, tidak ada fenomena khusus. Untuk gempa-gempa di sekitar Bali sehari kemarin didominasi aktivitas sesar di laut," ujar Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo, kepada tribunbali.com, Kamis 10 Juni 2021.

Lebih lanjut Wahyu Raharjo menyampaikan Bali memang termasuk zona rawan gempa, baik karena zona tumbukan dari subduksi lempeng Indo-Australia di selatan Bali maupun sesar-sesar lokal yang ada di daratan Pulau Bali.

Dan juga ada zona gempa dari back arc thrust di utara Bali.

Ia meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan adanya gempabumi-gempabumi kecil yang terjadi.

"Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya gempa-gempa kecil. Masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa," imbuh Wahyu Raharjo.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved